Senin, 19 September 2022

Soal dan Jawaban Post Test Topik Semangat Guru 2: Kompetensi Nonteknis Kurikulum Merdeka

Senin, September 19, 2022 0 Comments
Topik terbaru dari pelatihan mandiri adalah Semangat Guru 2: Kompetensi Nonteknis Kurikulum Merdeka. Pada topik ini, terdapat 3 modul yang harus dipelajari. Dan disini saya akan membagikan kunci jawaban post test modul 1, 2, dan 3 dari Semangat Guru 2: Kompetensi Nonteknis Kurikulum Merdeka.


Soal dan Jawaban Post Test Modul 1 Kreativitas dan Inovasi

1 Proses memunculkan satu kemungkinan solusi pada suatu masalah disebut juga sebagai .....
a. berpikir logis
b. berpikir divergen
c. berpikir analitis
d. berpikir konvergen

Jawaban alternatif : d. berpikir konvergen

2. Budi menyalin sebuah karya tulis dari laman internet yang ia temukan. Kemudian, ia kumpulkan sebagai tugas karya tulis buatannya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sementara itu, untuk mata pelajaran Seni dan Budaya, Santi membawa contoh gambar lukisan bunga matahari yang ia temukan dari laman internet. Contoh lukisan bunga tersebut digunakan sebagai acuan memodifikasi lukisannya yang bertema pekarangan rumah. Dari cerita di atas, dapat di simpulkan bahwa .....
a. budi menjiplak dan santi terinspirasi karya lain
b. budi terinspirasi dan santi menjiplak karya lain
c. budi dan santi menjiplak karya lain
d. budi dan santi terinspirasi karya lain

Jawaban alternatif : a. budi menjiplak dan santi terinspirasi karya lain

3. Saat kelas 2 SD, Kana sangat belum kagum ketika melihat teman kelasnya membuat prakarya dari batang korek api. Menurut Kana, apa yang dibuat oleh temannya sangat kreatif dan baru. Namun, bagi Pak Amar, seorang guru seni, prakarya tersebut tidaklah baru. Karena merupakan bahan materi ajar untuk peserta didik kelas 3 SD. Ilustrasi di atas menunjukkan prinsip orisinalitas yang bersifat relatif, yaitu .....
a. sesuatu yang baru bagi seorang sudah pasti menjadi hal yang tidak biasa bagi orang lain 
b. sesuatu yang baru bagi seseorang bisa jadi sudah menjadi hal yang biasa bagi orang lain
c. sesuatu yang baru bagi seseorang sudah pasti menjadi hal yang biasa bagi orang lain
d. sesuatu yang baru bagi seseorang sudah pasti baru bagi orang lain

Jawaban alternatif : b. sesuatu yang baru bagi seseorang bisa jadi sudah menjadi hal yang biasa bagi orang lain

4. Silahkan lihat kegiatan-kegiatan berikut ini.
1. guru memberikan pertanyaan pemicu mengenai perubahan iklim
2. guru memberikan aturan yang ketat dalam tugas eksperimen sains
3. peserta didik berada dalam lingkungan pembelajaran yang membuatnya tertekan
4. peserta didik diberikan apresiasi atas keberaniannya dalam menuangkan ide
Apa saja kegiatan yang dapat dilakukan oleh guru untuk mendorong peserta didiknya menjadi pribadi yang kreatif ? 
a. 1 dan 2
b. 3 dan 4
c. 1 dan 4
d. 2 dan 3

Jawaban alternatif : c. 1 dan 4

Itulah soal dan pembahasan untuk jawaban alternatif sebagai tambahan referensi ya bapak ibu. Semoga bermanfaat.

Soal dan Jawaban Post Test Modul 2 Berpikir Kritis dan Menyelesaikan Masalah

1. Saat sedang melakukan eksperimen di laboratorium biologi dan mencatat macam-macam organel sel, seorang peserta didik menyatakan kebingungannya terhadap perbedaan antara organel sel tumbuhan dengan organel sel hewan. Oleh karena itu, peserta didik tersebut pun memotret hasil observasi mikroskopnya agar bisa ia tanyakan secara langsung kepada gurunya.
Peserta didik tersebut sudah dapat menunjukkan penerapan pertanyaan refleksi …
a. Apa yang saya pelajari?
b. Apa yang saya sudah mengerti?
c. Apa yang saya belum mengerti?
d. Bagaimana supaya saya bisa mengerti?

Jawaban alternatif : d. Bagaimana supaya saya bisa mengerti?

2. Langkah problem-solving di mana kita mencoba untuk menuliskan sebanyak mungkin solusi yang mungkin bisa dipraktikkan dinamakan …
a. Menggagas alternatif solusi
b. Menimbang alternatif solusi
c. Mengimplementasi solusi
d. Mengevaluasi solusi

Jawaban alternatif : a. Menggagas alternatif solusi

3. Seorang guru sejarah sedang mengajar mengenai G30S PKI di kelasnya. Beliau mencoba untuk merancang pembelajaran dengan menayangkan sebuah film dokumenter yang diceritakan dari sisi para perwira militer. Kemudian, beliau juga menampilkan sebuah video wawancara dari anak-anak yang orangtuanya dibunuh karena dianggap sebagai pendukung PKI. Berikutnya, guru tersebut pun membuka diskusi agar para peserta didik dapat membahas pengalaman-pengalaman berbeda dari kedua sisi terhadap sebuah peristiwa yang sama.
Disiplin berpikir kritis yang sedang ingin dilatih oleh guru tersebut di dalam kelasnya adalah …
a. pelan-pelan dan berefleksi
b. terbuka terhadap sudut pandang lain
c. antisipasi berbagai dampak
d. bertanggung jawab terhadap keputusan

Jawaban alternatif: b. terbuka terhadap sudut pandang lain

4. Seorang peserta didik datang ke guru BK di sekolahnya untuk melakukan konseling mengenai hambatan belajarnya dalam mata pelajaran kimia. Untuk membimbingnya lebih lanjut, guru BK tersebut mencoba untuk membuat beberapa pertanyaan agar peserta didik tersebut dapat mengenali stimulus apa saja yang membuat dirinya giat atau terhambat. Berikut adalah beberapa pertanyaan yang dapat ditanyakan pertama kali untuk menggali proses belajar dari peserta didik tersebut, kecuali …
a. Apakah kamu merasa lebih paham ketika teori-teori yang diajarkan dapat diuji langsung di laboratorium?
b. Apakah kamu belajar dengan baik jika memiliki teman untuk mendiskusikan materi pelajaran bersama?
c. Apakah kamu kuat dalam menghafal rumus-rumus kimia?
d. Bagaimana cara agar proses belajarmu lebih efektif?

Jawaban alternatif : c. Apakah kamu kuat dalam menghafal rumus-rumus kimia?

Soal dan Jawaban Post Test Modul 3 : Pembinaan dan Komunikasi

1. Istilah “Walk The Talk” memiliki arti berikut, kecuali…
a. membuktikan suatu perkataan dengan tindakan
b. mengucapkan sesuatu tanpa adanya tindakan
c. menggantikan kata dengan tindakan
d. melakukan apa yang kita ajarkan

Jawaban alternatif: b. mengucapkan sesuatu tanpa adanya tindakan

2. Seorang Coachee (peserta didik) bercerita pada Coach mengenai kesalahan yang Ia perbuat. Saat mendengarkan, Coach langsung terbawa emosi dan memberikan judgment serta menasihati coachee tanpa mendengarkan lebih lanjut penjelasan dari coachee. Perilaku Coach dalam kasus tersebut tidak sesuai dengan salah satu Coaching Mindset, yaitu…
a. mindfulness (waspada)
b. curiosity (rasa ingin tahu)
c. flexible
d. client-centered

Jawaban alternatif: a. mindfulness (waspada)

Seorang guru didatangi oleh peserta didik yang sedang sedih dan ingin bercerita. Guru tersebut memberikan waktunya untuk mendengarkan cerita peserta didik tersebut. Pada saat mendengarkan, guru tersebut beberapa kali membuka handphonenya. Lalu, guru tersebut juga langsung menasihati peserta didik dan menanggapinya dengan panjang lebar. Menurut Anda, apakah yang dilakukan guru tersebut sudah benar jika dikaitkan dengan materi Mendengarkan Aktif (Active Listening)?

Jawaban alternatif: a. Belum benar, karena seharusnya tidak bermain handphone melainkan fokus pada perilaku dan cerita peserta didik

 
Saat sesi coaching, seorang coach menyadari bahwa coachee terlihat murung, sering menunduk, dan volume suaranya kecil. Ia menyimpulkan bahwa coachee sedang gelisah dan khawatir akan suatu hal. Untuk memastikan hal tersebut, Ia merangkum jawaban coachee dan memastikan kebenarannya. Hal yang dilakukan oleh Coach tersebut merupakan bagian dari 8 kompetensi International Coaching Federation, yaitu…

Jawaban alternatif: c. mempertahankan kehadiran dengan cara sepenuhnya sadar dan hadir bersama client

Disclaimer:
Jawaban di atas tidak mutlak benar. 

Sabtu, 28 Mei 2022

Peran Guru dalam Merdeka Belajar Menurut Filosofi Jawa

Sabtu, Mei 28, 2022 10 Comments


Pesan singkat seperti di atas kerap kali masuk di smartphone oppo F7 milikku. Pesan yang dikirim melalui aplikasi chat tersebut berisi menanyakan tugas, materi, bahkan curhat. 

Apakah hal tersebut wajar?

Konsep pembelajaran zaman sekarang berbeda 180 derajat dengan beberapa tahun yang lalu. Pembelajaran tak hanya bertatap muka di dalam kelas. Namun, bisa dimanapun dan kapanpun. 

Jadi apakah wajar? Jawabnya tentu saja wajar. Komunikasi yang semula bisa dilakukan di dalam kelas terkendala dengan adanya pandemi covid 19. Komunikasi melalui chat seperti whatApps sangat efektif dimanfaatkan pada pembelajaran daring. Bertanya tentang tugas, materi, dan hal-hal lain bisa dilakukan oleh murid secara mudah. Interaksi melalui chat whatsApp juga efektif digunakan guru untuk mengetahui segala permasalahan yang dihadapi oleh murid di luar jam pelajaran. 

Bagaimana konsep pembelajaran zaman sekarang?

Peran teknologi dan komunikasi saat pembelajaran jarak jauh amatlah vital. Berdasarkan pengalaman pribadi, memanfaatkan teknologi dan komunikasi sangat membantuku sebagai guru dalam penyampaian materi pelajaran, komunikasi, dan pengembangan diri. 

Learning Management System (LMS) seperti google classroom kusulap sebagai kelas maya pengganti kelas tatap muka di sekolah. Media sosial tak hanya difungsikan sebagai ajang pamer kehidupan pribadi guru, tapi juga membagikan materi pelajaran. Youtube, tiktok, instagram, facebook, blog, dan whatsApp adalah beberapa media yang kupilih untuk pembelajaran saat pandemi. 

Channel Youtube Penulis

Dari sini, bisa dilihat bahwa konsep pembelajaran sudah bergeser. Sebelum pandemi, media pembelajaran favorit adalah power point dan sumber belajar terbatas hanya pada buku paket. Namun, sekarang sumber belajar tersajikan luas di internet. Video edukasi, konten edukasi, laboratorium maya, ebook, dan masih banyak lagi pilihan sumber belajar lainnya.
Penulis Memberikan Materi di tiktok

Melihat pesatnya perkembangan teknologi dalam dunia pendidikan, tak heran jika Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kita yaitu Nadiem Makarim mengusung konsep merdeka belajar.

Apa itu merdeka belajar?

Definisi merdeka menurut KBBI adalah bebas (dari perhambaan, penjajahan, dan sebagainya), tidak terkena atau lepas dari tuntutan, dan tidak terikat, tidak tergantung kepada orang atau pihak tertentu. Sedangkan belajar adalah berusaha memperoleh kepandaian atau ilmu. 



Berdasarkan definisi merdeka dan belajar menurut KBBI diatas, penulis menarik kesimpulan bahwa merdeka belajar adalah bebas memperoleh ilmu pengetahuan tanpa ada ikatan dari pihak tertentu. Kesimpulan tersebut sejalan dengan apa yang diprogramkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makariem bahwa merdeka belajar merupakan program yang mengupayakan proses belajar siswa secara merdeka dan bebas sesuai dengan minat dan karakter yang dimiliki.

Bagaimana peran guru dalam mewujudkan merdeka belajar?

Merdeka belajar yang digaungkan oleh Mendikbud yaitu Nadiem Makarim perlu diapresiasi. Gagasan merdeka belajar memiliki tujuan utama yaitu mereformasi pendidikan yang ada di Indonesia. Dan guru adalah salah satu garda terdepan suksesnya merdeka belajar. Bagaimana peran guru untuk mewujudkan merdeka belajar? Berikut adalah 3 filosofi Jawa yang relevan dengan peran guru dalam mewujudkan merdeka belajar.


Pertama adalah digugu lan ditiru. Guru yang memiliki cangkriman wancah digugu lan ditiru lagaknya masih relevan di era sekarang ini. Apa yang dilakukan oleh guru pasti akan disorot. Guru adalah sebuah profesi yang mulia. Peran guru dalam proses pendidikan di Indonesia amatlah penting. Guru merupakan salah satu agen perubahan yang membawa secercah harapan tinggi keberlangsungan pendidikan di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan informasi. 
Namun, peran guru tak bisa tergantikan oleh teknologi apapun. Teknologi dan informasi memang memberi solusi pada pembelajaran, tapi peran guru tetap tak bisa tergantikan. Guru tetap menjadi pioner utama dalam pendidikan anak di sekolah. Selain mentransfer ilmu, guru juga menjadi orang tua kedua bagi siswa. Guru mendidik tata krama, kedisiplinan, dan nilai-nilai hidup yang lain. 

Semangat merdeka belajar menitikberatkan pembentukan karakter siswa dengan mewujudkan profil pelajar pancasila. Enam ciri utama profil pelajar pancasila yaitu 
  • Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia
  • Mandiri 
  • Berkebinekaan global
  • Bergotong-royong
  • Bernalar kritis
  • Kreatif
Profil Pelajar Pancasila

Keenam dimensi profil pelajar pancasila tersebut merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dan saling berkaitan. Dalam mewujudkan profil pelajar pancasila tersebut, guru sebagai seorang pendidik harus bisa digugu dan ditiru. Di masa yang akan datang, pengaruh-pengaruh yang ditanamkan oleh guru menjadi salah satu sumber penentu anak dalam mengambil keputusan. Mengapa, karena seringkali murid terinspirasi dengan apa yang dilakukan oleh gurunya dulu.


Filosofi Jawa kedua yang menurutku relevan adalah urip iku urup. Salah satu peribahasa Jawa yaitu "urip iku urup" amatlah cocok jika dikaitkan dengan peran guru dalam mewujudkan merdeka belajar. Seorang guru menjadi penerang bagi siswanya. Guru memberikan ilmu kepada siswa tanpa pamrih. Dulu siswa yang tak bisa baca, tulis, dan hitung, tapi berkat diajarkan oleh guru, bisa tumbuh menjadi seorang presiden, insinyur, menteri, dokter, dan masih banyak lagi.

Dalam mewujudkan merdeka belajar, guru berperan mendorong peningkatan prestasi baik akademik maupun non akademik. Guru mengarahkan agar murid belajar sesuai dengan bakat dan minat agar di masa depan mereka memperoleh kebahagiaan. 
Empat Pengembangan Potensi Siswa

Guru mendorong agar murid mampu mengolah pikiran (olah cipta), pengembangan budi pekerti (olah rasa), kemauan (olah karsa), dan olah raga. Jika keempatnya bisa diolah secara baik, maka murid akan tumbuh  secara baik.



Ketiga adalah aja adigang, adigung, adiguna. Adigang, adigung, adiguna memiliki arti orang yang suka mengandalkan kekuatan, keluhuran, dan kepintaran. Seorang guru tidak boleh memiliki sifat adigang, adigung, adiguna

Kenapa tidak boleh? Hal tersebut disebabkan bahwa seorang guru adalah sosok pembelajar sepanjang hayat. Guru terus belajar menyesuaikan kondisi zaman. Jadi, menyombongkan diri merupakan kegiatan yang unfaedah.

Guru harus senantiasa mengembangkan diri. Pengembangan diri bisa dilakukan dengan mengikuti berbagai kegiatan seperti webinar, workshop, bimtek, dan lain sebagainya. Salah satu kegiatan yang dapat menambah ilmu dan pengalaman adalah NGUPING SATUGURU. 


NGUPING SATUGURU merupakan kegiatan berbagi pengalaman antara guru-guru hebat dari Aceh hingga Papua. Melalui kegiatan seperti NGUPING SATUGURU tersebut, guru bisa belajar dari pengalaman guru-guru lainnya.
Banner NGUPING SATUGURU

Kegiatan-kegiatan tersebut amat bermanfaat untuk peningkatan kualitas diri pendidik. Pendidik harus terus berinovasi dan kreatif demi terwujudnya merdeka belajar untuk mempersiapkan murid menghadapi perkembangan zaman. 


Kompetensi Abad 21

Salah satu yang penting untuk masa depan murid adalah kompetensi abad 21. Kompetensi abad 21 tersebut meliputi critical thinking, komunikasi, kreatif inovatif, dan kolaborasi. Keempat kompetensi tersebut berpusat pada murid. Guru hanya sebagai fasilitator yaitu membantu mengembangkan potensi yang dimiliki oleh murid.

Itulah 3 filosofi Jawa yang menurutku relevan dengan peran guru dalam merdeka belajar. Semoga kita sebagai guru bisa bermanfaat dan mengantarkan anak didik menuju kebahagiaan dan keselamatan.
 
Sumber bacaan:
guru.kemdikbud.go.id/pelatihan-mandiri
kbbi.kemdikbud.go.id

video NGUPING SATUGURU










Rabu, 30 Maret 2022

Buku Karya Pertamaku "Cerita Ceri Si Buku Dongeng"

Rabu, Maret 30, 2022 0 Comments

Alhamdulillah, Semangat pagi... Pada postingan kali ini bu Linna hanya mau menyimpan kenangan. Kenangan tentang terbitnya buku perdana karya bu Linna. Buku ini sudah bu Linna tulis pada tahun 2019 dan pernah ikut sayembara buku novel anak yang diadakan oleh Dewan Kesenian Jakarta (DKJ) pada tahun 2019. Pada tahun 2022 ini bu Linna bukukan melalui penerbit EDUVATION.


Buku ini bercerita tentang seorang buku cerita yang merindukan dibaca oleh pemiliknya, kisah pertemanan antar buku di dalam kamar, dan menceritakan tentang kekesalan para buku dengan Geji sebuah smartphone canggih milik Sakha.


Novel anak berjudul “Cerita Ceri Si Buku Dongeng” ini sebagai bentuk partisipasi bu Linna dalam gerakan literasi. Buku ini mengandung beberapa nilai-nilai pancasila untuk mendukung gerakan profil pancasila. Nilai-nilai Pancasila yang terkandung dalam buku novel anak ini antara lain yaitu beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, berkebinekaan, gotong royong, bernalar kritis, mandiri, dan kreatif. 


Nama tokoh dalam novel ini yaitu Sakha dan Aysha diambil dari nama anak-anak bu Linna. Tokoh utama yaitu Ceri merupakan imajinasi dari bu Linna. Bu Linna menyadari bahwa buku novel anak ini jauh dari sempurna. Bu Linna secara pribadi membutuhkan saran dan kritik yang membangun untuk pengembangan karya-karya selanjutnya. Bagi yang menginginkan buku ini bisa DM ig @mulinnatus.

Kamis, 24 Februari 2022

Komik Edukasi: Ayo Menulis Geguritan

Kamis, Februari 24, 2022 0 Comments

 Assalamu'alaikum... Semangat pagi.. Alhamdulillah dimasa pandemi covid-19 ini, kita masih bisa diberi produktifitas menghasilkan karya. Kali ini saya, mau membagikan karya yang bisa digunakan untuk media pembelajaran bahasa Jawa materi GEGURITAN.

Materi geguritan sudah pernah saya tulis pada postingan dibawah ini 

https://www.sinaujawa.com/2021/01/pangerten-geguritan.html

Untuk kali ini saya akan membagikan sebuah komik dengan judul "Ayo Nulis Geguritan". Di dalam komik tersebut berisi interaksi antara orang tua dan anak serta guru dan siswa. Semoga komik ini bisa bermanfaat untuk para pembaca. 


Komik di atas selain dalam bentuk e-komik juga saya cetak untuk pembelajaran secara tatap muka.

Senin, 10 Januari 2022

Wacana Deskripsi Bahasa Jawa

Senin, Januari 10, 2022 0 Comments

 Assalamu'alaikum... Sugeng pitepungan kaliyan bu Linna.. Ing pitepungan iki, bu Linna badhe mbahas babagan "Wacana Deskripsi". 



Pangerten Deskripsi

Wacana deskripsi iku wacana sing nggambarake salah sawijining kahanane barang, s wasana, lan kedadeyan (peristiwa) kanthi sagamblang-gamblange nganti wong sing maca kaya-kaya bisa weruh, krungu, lan ngrasakake barang utawa kahanan kang digambarake (dideskripsikake) mau.

Tuladha Wacana Deskripsi

Kedadeyan alam (nggambarake banjir, gunung njeblug, lindhu, lan liya-liyane)

Banjir ing desa Suka Maju nggawe ati miris. Banjir kang kedadeyan ing dina Senin sore kuwi ndadeakake kahanan desa Suka Maju nggegirisi. Dalanan kebak lendhut, omah-omah suker, tetuwuhan padha ambruk. Tumekan dina iki, listrik lan PAM isih mati. Kahanan kuwi sansaya nggawe warga desa Suka Maju nelangsa. 

......................................................................................................................................................................

Kedadeyan padinan (nggambarake swasana pasar, sekolahan, omah, wong, lan liya-liyane)

Ibuku kuwi pawongan kang paling penting ing uripku. Pawongane kulite putih, rambute ngombak, irunge mbangir. Andeng-andeng ing irunge ndadekake ibuku sansaya ayu. Ibuku kuwi dedege semedeng, ora cendhek ya ora dhuwur. 

..........................................................................................................................................................

Kedadeyan prastawa budaya (nggambarake sekatenan, barikan, sedhekah laut, pentas seni, kirab budaya, kabumi, nyadran, lan liya-liyane)

Lomban kupatan Tayu dianakake saben taun seminggu sawise bodho Idul Fitri. Kahanan ing lomban kupatan saben taun rame banget. Ana prau-prau jejer-jejer ing kali Tayu padha ngenteni momotan. Ana ing tanggul rame bakul-bakul padha mrema dagangane. Sangarepe TPI ana panggung dangdut nambah ramene lomban kupatan.

...........................................................................................................................................................