Kamis, 18 Oktober 2018

Yuk Cek SK Tunjangan Profesi Semester 1 Tapel 2018/2019

Kamis, Oktober 18, 2018 0 Comments
Assalamu'alaikum.... Semangat Pagiiiii.... Duch, keliatannya pada hepi nich para guru-guru yang sudah memiliki sertifikat pendidik. Menginjak bulan Oktober memang si surti sudah dinanti kedatangannya oleh tiap guru yang sudah bersertifikat termasuk aku. 



Seperti tahun-tahun sebelumnya, memastikan pencairan tunjangan profesi tidak ada kendala, kita harus terus memantau data kita, terutama besaran gaji pokok, jumlah jam mengajar, dan kode mapel. Lalu bagaimana cara mengetahui kesalahan data kita? Caranya, tanya kepada operator sekolah. Namun, operator sekolah juga manusia lho, jadi kita yang harus pro aktif. Apabila ada perubahan data, segeralah melapor ke operator sekolah. Jangan nanti ketika tiba saatnya sudah pencairan, kita belum cair sendiri karena kesalahan data, operator yang kita salahkan. Jangan ya bapak ibu guru.

Lalu bagaimana cara mengecek data kita? Perubahan data, dilakukan oleh operator tiap semester. Awal semester gasal dan genap. Kenapa seperti itu? Karena diawal semester biasanya terjadi perubahan jadwal mengajar karena adanya guru baru atau guru pensiun dan alasan kontekstual serta administrasi lainnya.

Begini langkah pengecekan SKTP

Semenjak adanya UKG pada tahun 2015, kemendikbud mengeluarkan lumbung informasi untuk para guru yang berisi profil, rapor guru, dan info data pribadi guru. Disinilah kita akan mengecek apakah data kita sudah benar apa belum.

1. Login ke SIM PKB
Langkah pertama adalah login ke paspor.simpkb.id . Untuk bisa masuk, kita akan ditanya email dan kata sandi. Namun, email yang kita pakai bukanlah email pribadi. Namun, nomor peserta ujian kompetensi guru beberapa tahun lalu. Setelah itu masukkan password, dan klik login. Jika ada kendala login karena password salah atau email salah, segera hubungi MGMP mapel agar kita direset ulang dan diberi email serta password baru.


2. Pilih Link Info GTK
Langkah kedua setelah berhasil langsung adalah klik link info GTK. DAri sini kita akan dialihkan ke laman info GTK.


3. Login ke info GTK
Langkah ketiga, login ke info GTK. Di laman ini kita akan diminta memasukkan NUPTK, tanggal kelahiran, dan kode unik.


4. Cek Semua Data
Langkah keempat adalah cek semua data yang ditampilkan. Mulai dari nama, gapok, jjm, serta kode sertifikasi. Jika semua sudah clear, biasanya pada tampilan info GTK akan tertulis kata VALID. Dan itu artinya, si SK sebentar lagi terbit.


5. SKTP Terbit
LAngkah terakhir adalah mengecek SKTP. Apabila ketika mengecek SKTP belum terbit padahal data valid, tak usah risau. Tunggulah beberapa waktu, kemungkinan menunggu antrian. Nah, jika sudah terbit SKTP, artinya dalam beberapa hari atau minggu atau bulan si surti akan tiba.


6. Tunjangan Cair
Ketika si surti tiba, jangan lupa bersodaqoh ea. Agar rejeki kita tetap barokah. Terutama bersodaqoh pada keluarga sendiri.

Itulah langkaah mengetahui SK tunjangan profesi sudah terbit atau belum. Semoga informasi ini bermanfaat ea. 





Jumat, 12 Oktober 2018

Pindang Soto Pak H. Sulichan Taman Bojana Kudus

Jumat, Oktober 12, 2018 3 Comments
Semangat Pagi... Selama beberapa minggu tak menulis di blog ini kok kangen juga ya.. Kali ini mau cerita tempat makan favorit keluarga kecilku ah.. Suamiku adalah orang asli kota kretek yaitu Kudus. Di Kudus, banyak kuliner enak yang terkenal. Soto kerbau, lentog, garang asam, pindang, adalah sedikit dari banyaknya kuliner di kota kretek itu.



Nah, tiap kali pulang ke rumah mertua, tempat makan yang wajib kita kunjungi adalah kompleks simpang tujuh Kudus. Disana ada tempat bernama "Taman Bojana". Di situlah berderet aneka makanan soto dan pindang. Nah, salah satu tempat yang paling rekomended adalah Pindsot Pak H. Sulichan.



Pindsot PAk H. Sulichan ini tak pernah sepi pengunjung lho. Selalu ramai dan sesak oleh para pembeli. Mereka rela antri demi mendapatkan semangkok soto atau sepiring pindang. Pak H. Sulichan menyediakan menu soto kerbau dan ayam, pindang kerbau dan ayam. Dengan aneka lauk pendamping seperti tahu, rambak, otak, sate jeroan, dll.



Pasti penasarankan letak tempat Pinsot Pak H. Sulichan ini? Tempatnya persis di pojok kanan dari pintu masuk. Gampang sekali mencari tempat Pinsot ini karena tempat ini paling ramai di komplek taman Bojana.



Harga terjangkau dan rasa yang nikmat membuat orang ketagihan. Termasuk aku dan anak-anakku. Kalau suamiku sih jangan ditanya, beliau asli Kudus, jadi soto dan pindang merupakan makanan wajib. Lidah ini serasa kangen terus tiap kali mendengar Pinsot H. Sulichan. 

Jangan lupa mampir ke Pinsot H. Sulichan ya, jika kebetulan ke Kudus. Selamat menikmati. Selamat ketagihan.




Selasa, 25 September 2018

Kebun Binatang Mini di TPA Margorejo Pati

Selasa, September 25, 2018 0 Comments
Akhir pekan kemarin kami sekeluarga sebenarnya hanya berniat untuk istirahat di rumah saja. Namun, si mas merengek sama papa untuk pergi jalan-jalan. Akhirnya papa merekomendasikan satu tempat yang belum pernah kami kunjungi.



Setahuku di Pati tidak ada kebun binatang. Papa mendapatkan informasi bahwa di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Pati katanya ada kebun binatang mini. "Anak-anak pasti suka ma," perkataan papa itu kusetujui. Apalagi si kecil putri kami baru suka dengan lagu-lagu anak-anak bernuansa hewan. Cocok nich.

Akhirnya, setelah sarapan, kami pergi ke daerah Margorejo Pati. Lewat gapura merah desa Sukoharjo sebelum rumah sakit KSH. Kami menuju tempat pembuangan akhir kurang lebih 5 km dari jalan raya pantura . 

Ini kali pertama kami ke TPA. Hanya dengan membayar parkir Rp 2000,- (motor), kami bisa masuk ke arena kebun binatang mini di TPA Pati ini. Kesan pertama sampai di tempat tersebut adalah suasana sejuk. Pohon-pohon randu menjulang tinggi menyumbang suasana sejuk di arena bermain anak-anak. Anak-anak langsung hepi karena masuk sudah di sambut dengan suara ayam berkokok, dan terlihat kandang burung di pintu masuk.



Apa hanya ayam dan burung sajakah koleksi binatang di TPA ini? Ooooo... tentu tidak bunda. Koleksi binatang meski cuma beberapa cukup membuat buah hati kita ceria. Seperti anak-anakku yang antusias ketika melihat ular dan rusa.

Koleksi Binatang TPA Pati

1. Ular
Binatang pertama yang dilihat oleh anak pertamaku adalah ular. Terdapat dua ekor koleksi ular di kebun binatang mini ini.


2. Musang
Koleksi kedua adalah musang. Musang yang ada di TPA ini ada dua ekor. Namun, kondisinya terlihat kurang sehat atau mungkin perasaan kami saja 😀


3. Burung
Koleksi ketiga adalah burung. Terdapat beberapa macam jenis burung diantaranya burung merpati, hantu, nuri, dan lain-lain.


4. Merak
Mas kaka anak sulungku antusias sekali ketika melihat merak. Maklum ini kali pertama dia melihat merak. Koleksi merak TPA ada beberapa ekor.


5. Monyet
Koleksi kelima adalah monyet. Monyet-monyet ini terlihat galak sehingga membuat putri kecil kami takut.


6. Ayam
Koleksi selanjutnya adalah ayam. Ada ayam jago dan betina yang jumlahnya puluhan.

7. Rusa
Inilah hewan yang populer di kebun binatang mini milik TPA Pati. Pengunjung bisa ikut memberi makan rusa-rusa yang ada di TPA ini. 


8. Kura-kura
Koleksi selanjutnya adalah kura-kura. Sayangnya kami tak sempat mengabadikan gambar si kura-kura.

Fasilitas TPA Pati

Selain memanjakan anak dengan koleksi binatangnya, TPA Pati juga memiliki beberapa fasilitas lho.

1. Toilet
Ada beberapa toilet tersedia di TPA ini. Jadi, jangan khawatir untuk buang air. Namun, perlu catatan bagi pengelola karena kondisi toilet yang sedikit kumuh.

2. Tempat Sampah
Nah, ini juga penting lho tempat sampah. Ada empat macam tempat sampah tersedia di beberapa titik. Namun, kebiasaan orang Indonesia membuang sampah sembarangan memang sulit dihilangkan. Buktinya masih banyak sampah plastik bungkus jajan berserakan.



3. Musholla
Terdapat musholla di dekat pintu masuk. Jadi, kita tak perlu jauh-jauh mencari masjid ketika waktu sholat tiba.

4. Taman Baca
Taman baca di area TPA ini meski kecil memiliki cukup banyak koleksi buku. Anak sulungku langsung mengambil dua buku untuk di baca. Jangan lupa mengisi buku kunjungan ya...


5. Arena Bermain
Arena bermain ada di beberapa titik. Pertama dekat taman baca, kedua dekat kandang ular, ketiga dekat kandang ayam, keempat sekitar kandang rusa.


6. Kantin
Fasilitas selanjutnya adalah kantin. Selain kantin ada juga pedagang kojek, sate, es krim, dan lain-lain.

Saran Buat Pengelola


Ini hanya sekedar saran untuk pengelola kebun binatang mini. Kami warga pati sangat senang ada suguhan murah meriah di Pati berupa kebun binatang mini. Namun, kondisinya cukup memprihatinkan karena kandang yang tak terawat, banyak sampah, pagar yang sudah rusak. Semoga bisa dibenahi agar menambah kebahagiaan anak-anak kita.





Rabu, 12 September 2018

Pantai Idola Pati Destinasi Wisata Keluarga Zaman Now

Rabu, September 12, 2018 0 Comments
Apa sich yang kalian cari ketika liburan? Jika kita diberi pertanyaan seperti itu, pasti jawabnya bermacam-macam. Mulai dari mencari hiburan ditengah padatnya kesibukan, hingga alasan berburu spot untuk foto selfie. Betul tidak? 

Kegiatan liburan generasi kekinian ini turut mempengaruhi tempat-tempat wisata. Tempat-tempat wisata turut berlomba-lomba mempercantik diri agar mendukung gaya hidup generasi kekinian ini. Pengelola tempat wisata mempercantik diri dengan penambahan pojok-pojok selfie dan sarana pendukung lainnya.

Alasan tersebut yang mendorong pengelola wisata di Kabupaten Pati mengelola potensi daerahnya menjadi destinasi wisata bagi warga. Agrowisata Jollong, Gunung Rawa, dan Lorotan Semar adalah 3 (tiga) dari banyaknya tempat yang Kabupaten Pati kelola dan menyulapnya menjadi destinasi wisata kekinian bagi warga sekitar.

Seperti yang kita ketahui bahwa Kabupaten Pati berbatasan langsung dengan laut Jawa. Beberapa wilayahnya memiliki pantai termasuk di Desa Banyutowo. Desa Banyutowo berada di wilayah Kecamatan Dukuhseti. Desa Banyutowo sudah tak asing bagi para wisatawan lokal. Tempat kelahiran penyanyi Soimah ini tiap akhir pekan ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal untuk sekedar mencari hawa sejuk dari angin laut. Bahkan, tiap siang di TPI ramai dikunjungi warga untuk melihat suasana pelelangan ikan.

Melihat potensi wisata di Desa Banyutowo, baru-baru ini warga melakukan pemugaran pantai di sebelah utara TPI. Pantai tersebut disulap oleh warga menjadi destinasi wisata baru. Pantai tersebut diberi nama “Pantai Idola”.

Selain menikmati hawa sejuk angin laut dan bermain di pantai, tempat wisata ini dilengkapi dengan berbagai sarana kekinian penunjang wisatawan zaman now yang tak bisa lepas dari gadget. Meski terbilang baru, Pantai Idola patut direkomendasikan menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Pati yang patut dikunjungi.

Lalu apa saja sich fasilitas kekinian yang ditawarkan oleh Pantai Idola ini?

1. Tambak Ikan

Dari jalan masuk, kita disuguhi oleh hamparan tambak ikan di samping kanan dan kiri. Semula, pantai Idola merupakan kawasan tambak ikan milik warga sekitar. Dengan dibukanya pantai Idola sebagai destinasi wisata, pengelola tetap mempertahankan tambak-tambak ikan milik warga sebagai salah satu objek wisata yang bisa dinikmati oleh wisatawan. Pengunjung bisa melihat tingkah ikan-ikan ketika diberi makan. Pengunjung pun bisa membantu pemilik tambak untuk sekedar memberi makan ikan.


2. Payung Gantung

Setelah menikmati tambak ikan di jalan masuk pantai, pengelola juga menambahkan hiasan berupa payung gantung yang bisa dipergunakan oleh para pengunjung untuk berfoto.


3. Jembatan Mangrove

Disinilah tempat kece yang cocok untuk pecinta selfie. Pohon-pohon mangrove sebagai penangkal abrasi pantai ini disulap oleh pengelola menjadi tempat yang asyik untuk beristirahat sembari foto-foto. Dengan berbahan dasar bambu, pengelola membuat jembatan berkelok dan dibeberapa sudut dibuat gazebo dari bambu untuk tempat para pengunjung beristirahat.


4. Wahana Bebek Air

Tempat berikutnya adalah wahana bebek air. Dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 15.000,-, pengunjung dapat menikmati satu perahu bebek air untuk berkeliling di kolam bekas tambak ikan selama kurang lebih 15 menit. Kolam tempat wahana bebek air ini cukup luas lho. Sekali memutar kolam, waktu 15 menit pun terasa sebentar. Di tengah-tengah kolam terdapat spot untuk berfoto selfie mengabadikan momen ketika bermain perahu bebek.


5. Gardu Pandang

Gardu pandang yang ditawarkan oleh pantai Idola ini terbuat dari bambu. Disini juga menjadi favorit pengunjung untuk mengabadikan momen indah. 


6.     Ayunan

Terdapat beberapa ayunan yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung untuk menikmati suasana pantai dan laut. Ayunan ini juga menjadi salah satu favorit pengunjung untuk berfoto selfie lho. Kurang lebih ada tiga buah ayunan yang tersebar di pantai idola.



7. Fasilitas umum 

Bagi wisatawan, fasilitas umum seperti toilet, tempat ibadah, dan tempat makan adalah yang terpenting. Tenang, semua tersedia di pantai Idola. Tempat makan favorit pengunjung pun ada beberapa titik. Ada rumah makan apung dengan menu seafood, ada juga beberapa lapak penjual aneka makanan ringan.

Bagaimana, makin penasaran dengan destinasi wisata baru di Kabupaten Pati ini? Buruan yuk datang ke pantai Idola! Akses masuk ke pantai mudah. Tak perlu takut tersesat, karena ada beberapa penunjuk arah menuju pantai di jalan raya lho. Mari ajak keluarga, sahabat, teman, kerabat, dan kolega ke pantai Idola!!! Selamat Berlibur Ke Pantai.



Selasa, 28 Agustus 2018

Mie Gimo, Mie Jawa Legendaris dari Kabupaten Pati

Selasa, Agustus 28, 2018 0 Comments
Assalamu'alaikum.... Semangat pagi.. Auranya pada hepi ya, karena kita di ajang Asian Games sudah melampaui target perolehan emas. Selamat buat bangsa Indonesia terutama pahlawan olahraga kita. Tetap semangat ya... Gitu dong kita harus tetap bersatu. Kita kan Indonesia.



Kita tinggalkan dulu kegembiraan memperoleh emas di ajang Asian Games. Kali ini mau cerita tentang kuliner enak di Kabupaten Pati yang merupakan kota kelahiran tercinta. Di Kabupaten Pati terdapat salah satu desa santri yaitu Kajen. Kajen merupakan desa yang sebagian penduduknya merupakan santri dari berbagai daerah. Kajen memiliki pondok yang banyak. Di Kajen terdapat makam KH. Ahmad Mutamakim yang tiap harinya selalu ramai didatangi peziarah dari berbagai daerah. 

Salah satu yang menarik dari desa Kajen adalah kuliner mie jawa. Penjual mie jawa di Kajen ada 3 tempat salah satunya adalah Mie Gimo. Warung Mie Gimo ini terletak di jalan raya Sekarjalak Kajen. Warung ini tak pernah sepi pengunjung. Mie Gimo ini merupakan kuliner berbahan dasar mie yang dimasak di atas tungku arang. 




Mie Jawa racikan Pak Gimo ini memiliki cita rasa yang gurih manis. Dengan taburan ayam suir dan sayur kol dan tomat segar menambah nikmat mie Gimo ini. Dengan ditemani tahu goreng, sajian mie Gimo makin menambah selera makan.



Mie Gimo ini tergolong kuliner yang murah meriah. Dengan harga Rp 10.000,-an kita sudah menikmati lezatnya mie Jawa ini beserta minumannya. Murah bukan? Luangkan waktu sebentar untuk mampir ke mie Gimo ini jikalau berziarah ke makam KH. Ahmad Mutamakim atau kebetulan berada di Pati. 


Kamis, 23 Agustus 2018

Merdeka di Era Digital Itu ....

Kamis, Agustus 23, 2018 0 Comments
Merdekaaaaa.....

Selamat ulang tahun negaraku tercinta Indonesia. Semoga diumur yang ke-73 tahun negara kita akan lebih merdeka lagi. Merdeka dalam segala bidang kehidupan. Meski diperayaan ulang tahun ke-73 ini kita dirundung duka yaitu bencana gempa bumi yang menimpa saudara kita di Lombok. Namun, semangat menyambut HUT RI tetap membara kan? Mari turut mendoakan saudara kita agar tabah menghadapi ujian dari sang pencipta. Semoga musibah yang dialami ini dapat segera berakhir. AMIN.



Kita tinggalkan sejenak kesedihan, mari tetap tersenyum menyambut hari kemerdekaan Indonesia yang ke-73 tahun. Apalagi kini kita kedatangan tamu dari penjuru benua Asia melalui pesta olahraga Asian Games. 

Berbicara tentang kemerdekaan, sedari kecil memang selalu kunanti. Dari mulai kemeriahan upacara bendera, karnaval, hingga perlombaan memperingati kemerdekaan. Tahun ini kesemuanya Alhamdulillah menikmati. Upacara bendera wajiblah ya hukumnya bagi pegawai negeri seperti aku, jadi otomatis tiap tahun tak pernah absen ikut upacara bendera. Tak pernah juga tertinggal menikmati kekompakan dari pasukan paskibraka di tempatku mengikuti upacara. Karnaval tahun ini pun menikmati meskipun tak melihat langsung, namun turut andil dalam membantu menghias truk yang digunakan untuk pawai. Kekompakan dan semangat nasionalisme itulah yang selalu membuatku kangen. Tiap menginjak tanggal 17 Agustus semarak kemerdekaan sudah amat terasa. Dari berkibarnya bendera merah putih di tiap rumah hingga suasana malam tirakatan menjelang 17 Agustus.



Tak lupa juga kemeriahan perlombaan dari makan kerupuk, kelereng, balap karung, panjat pinang tak pernah membuat bosan. Tiap tahun pasti perlombaan rakyat tersebut tak pernah absen diadakan. Bahkan, kekreatifan panitia yang notabene adalah pemuda zaman now telah menginovasi berbagai perlombaan rakyat tersebut menjadi lebih menghibur.

Lalu apa sih makna kemerdekaan di era digital itu?

Merdeka adalah bebas. Kita terbebas dari kekangan penjajahan Belanda berpuluh-puluh tahun lamanya. Namun, pernahkah kita berpikir bahwa apakah kita benar-benar sudah merdeka? Mungkin betul bahwa kita sudah merdeka dari penjajah, akan tetapi kita belum merdeka secara seutuhnya.

Kita masih dijajah oleh bangsa lain. Mulai dari hal terkecil yang kita pakai hingga hal besar kita masih bergantung pada bangsa lain. Aku pun menyadari itu. Smartphone yang kupegang tiap hari ini bukanlah karya anak bangsa. Televisi yang memberi anak-anakku suguhan kartun pun merk buatan bangsa lain. Motor yang kutumpangi tiap hari juga bukan buatan anak negeri. Mobil di rumah juga hasil karya bangsa lain. Jadi, kita ini sebenarnya belum merdeka.

Sumber daya alam dan manusia Indonesia sebenarnya tak kalah dengan bangsa lain. Semoga kedepannya kita benar-benar seutuhnya bisa merdeka. Minimal apa yang kita pakai tiap hari adalah hasil jerih payah karya anak bangsa. 

Jadi, pendapatku merdeka di era digital itu .....

1. Merdeka Berpendapat

Negara kita merupakan negara demokrasi. Jadi, memiliki kebebasan untuk berpendapat.  Kemerdekaan berpendapat di era digital ini makin mudah. Kita sebagai masyarakat bisa meluapkan isi pikiran melalui media sosial.  Dengan share status di media sosial kita bisa bebas beropini, mengkritisi,  dan memberi saran. 



Namun, sebagai generasi yang cerdas, kita juga harus tetap mengedepankan etika dalam penyampaian pendapat.  Dari segi penggunaan bahasa dan isi muatan pendapat kita tidak menjurus ke unsur SARA yang sangat sensitif. 

2. Merdeka Berinovasi 

Inovasi merupakan hal wajib bagi kita. Tanpa adanya inovasi, niscaya di era digital ini kita akan makin tertinggal jauh.  Inovasi dapat dilakukan dalam segala bidang kehidupan.  

Sebagai contoh adalah dalam dunia pendidikan. Saya yang merupakan seorang guru harus mampu berinovasi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan komunikasi agar tak ketinggalan zaman.  Murid zaman now merupakan generasi digital yang menggunakan separuh waktunya untuk berinteraksi di dunia Maya. Jadi, tanpa adanya inovasi dalam pembelajaran, niscaya aku akan kalah jauh dari muridku.  Lalu inovasi apa saja yang sudah kukerjakan?



Salah satu inovasi yang kukerjakan adalah membuat media pembelajaran yang interaktif. Menggunakan sarana blog untuk memberikan sumber belajar bagi murid selain buku, dan masih banyak lagi. Ayo kawan, apapun bidangmu tetaplah berinovasi. 

3. Merdeka dari barang impor

Mungkin inilah hal yang tersulit. Di era digital ini, masuknya barang impor pun makin mudah. Melalui belanja online pun kita dapat membeli barang buatan luar negeri. Namun, meski seperti itu kita tetap harus mencoba untuk terbebas dari barang-barang impor.  Memulai dengan mencintai produk anak negeri. Dengan membeli produk karya anak negeri, kita juga akan membantu perekonomian Indonesia. 

Contoh barang impor yang belum bisa kita tinggalkan adalah smartphone, motor, dan mobil. Motor yang merupakan moda transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia selama ini adalah produk buatan negeri sakura yaitu Jepang. Di jalan Raya seluruh Indonesia, motor-motor yang berlalu lalang merupakan hasil karya dari negera Jepang. Mungkin kita bisa merakit dan mendesain karena Indonesia memiliki SDM yang tak kalah dengan negara lain. Akan tetapi kita belum mampu memproduksi sendiri karena kendala pembiayaan.



Berbicara tentang motor aku jadi teringat dengan moladin. Moladin merupakan website penjualan motor yang menurutku terlengkap di Indonesia. Moladin melayani pembelian motor secara online dengan mudah, cepat, dan nggak perlu ribet.

Moladin menawarkan pembelian secara online hanya dengan cukup klik dan klik. Kita cukup membuka aplikasi atau website moladin, lalu pilih motor yang kita sukai, kemudian tunggu CS menghubungi, dan selesaikan pembayaran. Mudahkan?

Moladin juga menawarkan pembayaran dengan sistem cicilan atau kredit lho. Bagi yang memiliki tabungan yang pas-pasan, moladin membantu dengan penawaran kredit dengan cara yang mudah dan tidak ribet.



Moladin ini menjadi salah satu platform online yang menawarkan kita kemerdekaan berbelanja. Moga di masa yang akan datang nanti, moladin tak hanya membantu biker mendapatkan motor impiannya, namun juga menjadi salah satu partner bagi kemajuan industri otomotif Indonesia.

Merdeka merupakan suatu hal yang mutlak di era digital ini. Tak ada lagi kata pengekangan. Marilah, di umur yang ke-73 tahun ini, kita bersatu. Menjunjung keberagaman. Pilihan boleh berbeda, tapi kita tetap satu Indonesia. Cerdaslah memanfaatkan kemerdekaan di era digital dengan menjadi warga yang menjunjung tinggi persatuan. MERDEKAAAAA... 






Senin, 06 Agustus 2018

ABANG (2)

Senin, Agustus 06, 2018 2 Comments
Seluruh kelas menyoraki kami berdua. Bia kali ini tidak menggubris bu Tian dan sorakan dari teman-teman. Bia masih terpesona dengan cowok ganteng di kantin tadi. Kebengongan Bia tersebut sontak membuatku heran. Bia sosok yang renyah kaya krupuk tiba-tiba menjadi seperti orang kena sawan. Diajak ngomong ngalor-ngidul nggak nyambung sama sekali. Ditanya A jawabnya Z. Benar-benar seperti bukan Bia.



"Kamu kenapa sich Bi?" tanyaku heran
"Ya Allah Ebi... Dia ganteng banget."
"Siapa?"
"Cowok yang di kantin tadi."
"Ooooo..."
"Kok cuma Oooo?"
"Eeeeee..."
"Ebiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii." teriak Bia gemas mengejar aku. Ketika aku lari dari kejaran Bia tersebut, tiba-tiba tak sengaja aku menabrak dia. Yup Dia... Dia adalah lelaki yang kukagumi. Seorang cowok yang terbingkai rapi dalam hatiku.

"Upsss... Sorry." kataku. Dia tak menjawab perkataan maafku. Dia hanya tersenyum dan berlalu. Seperti itulah dia. Dia tak pernah berubah sejak dari dulu. Sejak pertama kali kami bertemu ketika bangku SMP. Dia berlalu meninggalkanku menghampiri seseorang. Dia menghampiri si cowok ganteng yang kutemui di kantin tadi pagi.

Mereka berdua berlalu meninggalkan sekolah. Aku jadi penasaran. Siapa cowok tersebut? Kenapa cowok tersebut rela menunggunya hingga berjam-jam lamanya? Banyak pertanyaan menghampiriku.
"Kena kau!" teriak Bia
"Hemmmmmmmmm."
"Kok cuma hemmmm."
"Eh, tuch cowok ganteng idola kamu jalan bareng sama....."
"Sama siapa?" 
"RAHASIAAAAA."

Candaan kami lanjutkan sembari melanjutkan perjalanan pulang. Kami pisah di halte bus. Aku ke arah utara, Bia ke arah Timur. Ketika duduk dalam bus, tanpa kusadari dia tiba-tiba duduk disampingku.

"Hai." sapanya
"Hai." jawabku kaget
"Kaget ya, kok tiba-tiba aku naik dari halte daerah ini."
"Ah... Nggak juga."
"Aku tadi pergi dengan kakakku."
"Kakak?" tanyaku heran karena sepengetahuanku dia nggak memiliki kakak.
"Dia kakak kandungku. Namanya Fajar. Lama kami tak bertemu. Dia kuliah di Semarang."
"Kenapa kamu cerita ke aku?"
"Karena kamu orang yang penting buat aku."

Kata terakhir tersebut membuatku gemetar. Tak sempat melanjutkan pertanyaan, dia sudah turun dari bus meninggalkanku yang masih heran. 

"Aku penting baginya? Sejak kapan?" 

Sejak pertemuan kami sepulang sekolah tadi, aku makin baper. Perkataannya sukses membuatku malam ini tak bisa tidur. Rasanya hati ini menginginkan agar rembulan mengambek dan minta tolong matahari untuk cepetan mengganti tugasnya. Malam ini seperti lamaaa sekali. Aku benar-benar tak bisa memejamkan mata dengan tenang. 

**

Hari ini, dua hari sejak kejadian di bus, aku masih setia menunggunya di depan kelas saat jam istirahat. Namun, dia tak kunjung lewat.
"Apa dia nggak masuk sekolah lagi ya?" gumamku.
Aku mencoba memberanikan diri menuju kelasnya. Di sana ada beberapa teman perempuan yang sedang asyik ngerumpi.
"Sorry ganggu. Boleh nanya?" tanyaku. Mereka pun mengangguk.
"Mmmmm, Reno ada?"
"Oooo... Reno dua hari ijin. Dia nggak masuk sekolah."
"Ijin? Hmmmm, OK makasih ea."
Aku kemudian berlalu. Dalam hati terus bergumam. Semakin penasaran lah hati ini. Kata teman-temannya, dia ijin karena pergi. Lalu pergi kemana?

Ketika pulang sekolah aku melihat cowok ganteng dua hari yang lalu. Menurut pengakuan Reno, dia adalah kakaknya. Laki-laki tersebut baru menemui Pak Ahmad wali kelas Reno. Aku jadi makin penasaran. Ada apa dengan Reno? Kuberanikan diri untuk menghampiri laki-laki itu. Namun, tak kusangka lelaki itu justru menghampiriku. Aku jadi salah tingkah.

"Kamu Abang?" tanyanya
"Eh... iya."

Kemudian lelaki itu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Kupandangi sesaat wajah lelaki itu. Iya, dia memang mirip dengan Reno. Terutama hidungnya. Mereka berdua sama-sama mancung.

"Ini ada surat  dari Reno. Tolong dibuka nanti saja ya, tepat di hari ulang tahunmu."
"Kok gitu?" tanyaku heran
"Pesan Reno seperti itu."
"Lalu, dimana Reno?"
"Kami mengajaknya ke Bandung. Jadi mulai hari ini dia sudah resmi pindah sekolah."
"APAAAAA?"

Kakak Reno justru meninggalkanku dalam kondisi shock. Aku berdiri mematung. Kakiku kaku. Hatiku patah berkeping-keping. Ingin menangis, tapi air mata ini seperti tak mau keluar. Aku benar-benar kaget.


Bersambung lagi yaaaa...... Nantikan kelanjutannya...





Rabu, 25 Juli 2018

ABANG (1)

Rabu, Juli 25, 2018 2 Comments
Abang namaku. Abang bukan merupakan panggilan untuk seorang laki-laki. Abang berasal dari bahasa Jawa yang memiliki arti merah. Merah merupakan simbol keberanian. Mungkin itulah alasan kenapa orang tuaku memberi nama Abang. Mereka berharap aku memiliki keberanian seperti makna dari namaku.

Pagi itu suasana tak seperti biasa. Udara serasa menusuk tulang-tulangku ini. Suara adzan Subuh menguatkanku untuk beranjak dari tempat tidur. Betul, di dunia ini hanya Allah penenang hatiku. Jadi tak akan kulewatkan sedetik pun waktuku untuk mengadu pada-Nya. 

Air membasahi tiap bagian tubuhku. Dingin.... Suasana Subuh itu begitu tenang seperti biasanya. Adikku masih terlelap dalam tidurnya. Ayahku pun masih dalam mimpi indahnya. Mungkin ayah sedang bertemu ibu dalam mimpinya. Setelah kulirik satu per satu orang-orang yang kusayang, aku melanjutkan langkahku untuk sholat Subuh.



Dalam tiap doaku, aku memohon agar Allah menguatkan langkahku. Menjaga ayah dan adikku. Alhamdulillah, Allah sayang dengan kami. Diusiaku yang ke-16 tahun, ibu tempatku bermanja Dia panggil. Nikmat penyakit kanker payudara yang diberikan Allah kepada ibulah yang membuat kami sekarang hidup bertiga.

"Abaaaang." lamunanku buyar mendengar teriakan ayah
"Iya yah. " Bergegas aku menghampiri ayahku. Ternyata lelaki separuh baya yang berprofesi sebagai sopir itu sudah berada di dapur menanak nasi untuk kami. 
"Abang, setelah mandi, ayah akan berangkat. Nasi sudah ayah tanak di magic com, kamu tinggal beli sayur di warung depan."
"Oke yah.."
"Oya, jangan lupa si Ageng dibangunin."

Begitulah rutinitasku tiap pagi setelah ibu meninggal dunia. Pagi setelah ayah kerja, aku dan Ageng adikku pergi ke sekolah

**

Matahari mulai tersenyum menyambut siswa SMA Negeri 1 Makmur. Pak Paijo satpam SMA pun sudah pasang muka syerem. Sesekali melotot dan memainkan kumisnya yang tebal dan panjang. Ingat Pak Raden? Nah, seperti itulah Pak Bejo. Namun, beliau kurus seperti artis Doyok. Galak sih, tapi jika sudah marah, kami terkadang menahan tawa karena gesture beliau yang lucu.

"Pagi Pak Bejo." Sapaku
"Pagi." Jawaban Pak Bejo selalu singkat

Dari kejauhan terdengar nyaring suara merdu itu. Suara renyah teman sebangkuku. Bia namanya. Dia teman sebangkuku. Tubuhnya padat berisi. Dia lincah seperti kelinci. Melompat kesana kemari dengan tubuhnya yang gembul. Dia mengibaratkan dirinya sebagai tempat sampahku. Yup, dirinyalah tempatku membuang segala uneg-unegku. Dari cerita senang hingga susah kuceritakan padanya. Dia orang lain pertama yang paling kupercaya. Meski dengan sifat yang blak-blakan cenderung cuek, Bia bagiku sosok saudara, sahabat, dan kakak yang baik.

"Woi, siaran mulu pagi-pagi!" aku mengagetkan Bia.
"Ebi sayang, kalau Bia pagi-pagi nggak ngoceh, nanti seluruh penghuni SMA ini pada gelisah."
"Iya deh.. Percaya."
"Eh... Ebi, dah ngerjain PR kan? Nyontek dunk?"
"Wuuuuu.... kerjaan nyontek aja lu gedhein." Begitulah kami berdua. Blak-blakan dan saling melengkapi.

Bel tanda masuk berbunyi. Jam pertama adalah pelajaran matematika. Kalau kata teman-teman SMA ini, pelajaran matimatian. Gimana nggak, tiap jam pelajaran matematika, Pak Beni ini selalu memberi tugas yang jumlahnya ngalahin antrian BPJS di rumah sakit. Istilah keren dari kami para siswanya adalah SGT atau Suwek Garap Tumpuk, dalam bahasa Indonesia artinya sobek kerjakan kumpulkan.

"Anak-anak, kerjakan uji kompetensi 5 halaman 107 buku paket!" teriak Pak Beni
"Berapa nomor pak?"
"SEMUA."
"Haaaaaaaaa.... 55 nomor?!!!!" teriak kami satu kelas.

Dua jam pelajaran tak cukup buat kami mengerjakan 55 nomor. Pak Beni memerintahkan kami mengumpulkan tugas semampunya. Hari ini kemampuanku mengasah otak dan menghitung angka cukup 30 nomor saja. Dan efeknya, jari-jari lentikku ini merindukan pijatan tiap kali selesai jam pelajaran matematika. CAPEEEEEEK!!!

"Ebi... aku ngantuk berat nich, beli minuman yuk ke kantin!" ajak Bia
"Belum istirahat Bia."
"Bentar aja kok. Lagian Bu Tian pasti telat masuknya."

Kami berdua diam-diam pergi ke kantin sekolah. Di kantin cukup sepi, karena memang belum saatnya jam istirahat. Kami membeli minuman kaleng. Tiba-tiba....... GUBRAAAAAAK. Seketika kami yang berada di kantin menoleh mencari sumber suara mengagetkan tersebut. Tumpukan kardus mie instan kocar-kacir karena ditendang oleh seorang cowok yang tak kukenal. Dia juga tak berseragam SMA. Kalau diperhatikan dia seorang mahasiswa.

"Ya Allah.... Gantengnya." Teriak Bia spontan

Teriakan Bia tersebut membuat seisi kantin tersenyum. Kuakui sih, pemuda tersebut memang ganteng. Dengan kulit putih, hidung mancung, dan tubuh tegap, pantaslah jika dia mendapatkan kategori ganteng.

"Maaf Bu." pemuda tersebut minta maaf sama Mbak Mi. Mbak Mi adalah pemilik kantin.
"Nggak apa-apa mas. Cuma kardus saja, bisa dibereskan lagi."
"Terima kasih Bu."
"Udah, jangan panggil Bu. Panggil saja Mbak Mi." goda Mbak Mi. Pemuda tersebut tersenyum.
"Mas ganteng mau pesan apa?" lanjut Mbak Mi
"Es teh tawar Mbak."
"Ok, tunggu ya."

Mbak Mi berlalu. Pemuda tersebut duduk di bangku paling pojok. Bia masih dengan kekagumannya. Masih melongo melihat kegantengan si cowok itu.

"Woiiii!!!" Teriakku
"Apaan sich?"
"Buruan ayoooo ke kelas!"

Bergegas kami kembali ke kelas. Duuuuuch, APES. Bu Tian dengan wajah merah menahan marah sudah menyambut kami. Kami spontan merunduk.

"Darimana kalian?!" tanya bu Tian galak.
"Dari belakang buuu." jawabku
"Dari belakang mana?"
"Hmmmmmm....."
"Kantin?"
"Iiiiiiya bu."
"Ok.. Kalian tahu ini belum saatnya jam istirahat. Kalau hanya sekedar haus, kalian kan bisa bawa minuman dari rumah."
"Iya bu, kami salah."
"Sudah, kali ini bu Tian maafkan. Sana masuk kelas!"

Seluruh kelas menyoraki kami berdua. Bia kali ini tak menggubris bu Tian dan sorakan teman-teman. Bia masih terpesona dengan cowok ganteng di kantin tadi.




Penasaran dengan kelanjutan cerita Abang (Ebi) kan? Pasti pada bertanya-tanya siapa pemuda di kantin tersebut? Tunggu ceritanya Rabu depan ya...




Selasa, 17 Juli 2018

Sebulan Lagi, Lomba Blog Pendidikan Keluarga Ditutup

Selasa, Juli 17, 2018 2 Comments

Assalamu'alaikum semuaa... Semangat pagi untuk kita semua.. Sudah punya list lomba blog untuk bulan Juli dan Agustus? Belum? Lomba blog pendidikan keluarga cocok nich ditambahkan dalam list kita.



Lomba blog pendidikan keluarga akan ditutup pada tanggal 14 Agustus 2018. Total hadiah yang akan diperebutkan sebesar 46 juta rupiah. Lumayan kan, buruan yuk ikut! Berikut ketentuan dan prosedur lomba blog pendidikan keluarga.

Ketentuan Lomba

  1. Peserta adalah warga negara Indonesia (WNI);
  2. Setiap peserta wajib menulis artikel dengan tema "Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian" di blog masing-masing;
  3. Blog yang dilombakan mencantumkan tanda tagar (#) #sahabatkeluarga di akhir tulisan;
  4. Menyertakan minimal satu judul berikut hyperlink/ tautan dari laman sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id;
  5. Peserta dapat mengikuti lebih dari satu tulisan;
  6. Tidak mengandung SARA dan pornografi;
  7. Blog yang dilombakan dipublikasikan pada tanggal 1 Maret - 14 Agustus 2018;
  8. Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak boleh diganggu gugat.


Baca juga: Menjadi Keluarga di Era Kekinian 


Prosedur

  1. Tulisan merupakan hasil karya sendiri dan dipublikasikan pada blog pribadi pada tanggal 1 Maret - 14 Agustus 2018;
  2. Tulisan diterima panitia paling lambat 14 Agustus 2018;
  3. Peserta mengirimkan tulisan melalui email lombablog.keluarga@kemdikbud.go.id dengan melampirkan:
  • Print screen tulisan di blog;
  • Link blog;
  • Identitas pengirim sesuai KTP;
  • Salinan/ Scan KTP/SIM.


Baca juga: Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian: Keluarga Terlibat untuk Sekolah Hebat


Pengumuman Pemenang

  1. Pemenang akan diumumkan pada tanggal 8 September 2018;
  2. Hadiah akan diberikan pada kegiatan Apresiasi Pendidikan Keluarga pada bulan Oktober 2018.

Buruan ikut yuk, untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi laman sahabat keluarga. Semoga menjadi salah satu pemenangnya ya... Amiin





Senin, 16 Juli 2018

Hari Pertama Masuk Sekolah Dasar untuk Anakku Arsakha

Senin, Juli 16, 2018 0 Comments
Tepat hari ini yaitu Senin, 16 Juli 2018 anak sulungku masuk sekolah dasar. Alhamdulillah kata papa, mas kaka tidak rewel masuk pertama kali. Sebenarnya, hari ini ada kesedihan mendalam untukku. Lho kenapa sedih? 

Ketika anak sulungku butuh pendampinganku ketika masuk pertama kali, aku terikat dengan kewajiban untuk menyambut anak-anak yang juga perlu pendampingan pertama bagi orang tua.  Maklum, mamanya ini punya tugas sebagai pendidik alias guru.



Alhamdulillah meski hanya diantar oleh papa, si mas kaka tetap senang dan tanpa acara mogok. Dahulu, ketika masih TK ada drama nangis menangis kalau tidak mama yang mengantar. Alhamdulillah, anakku sudah besar. Anakku sudah paham apa pekerjaan orang tuanya. Jadi, dia maklum jika pertama menginjak kaki di SD tanpa diantar oleh sang mama.



Alhamdulillah, melalui group parenting kelas yaitu whatsApp wali murid dan wali kelas, aku masih bisa melihat keseruan si sulung ketika menerima pengarahan "Pengenalan Lingkungan Sekolah" oleh para guru.



Bahagia sekali melihat anakku yang dahulu masih bayi, sekarang sudah berumur 6 tahun dan menginjakkan kaki ke jenjang yang lebih tinggi. Jadi anak yang soleh dan pintar ya mas... Semoga di awal masuk SD ini menjadi permulaan engkau meraih mimpi tinggimu. Amin...

Baca juga : Adat Selapanan Bayi