Selasa, 12 November 2019

4 Alasan Wajib Menikmati Car Free Day Kudus, Liburan dan Kulineran Murmer

Selasa, November 12, 2019 0 Comments
Assalamu'alaikum... Kemana nich liburan panjang kemarin? Kebetulan di bulan November ada weekend panjang di awal bulan dan bertepatan dengan dua hari penting bagi umat Islam dan bangsa Indonesia. Kok bisa? Ditanggal 9 November 2019 yang tepatnya pada hari Sabtu kemarin, kebetulan kalender seluruh Indonesia berwarna merah. Itu berarti LIBUUUUUR. Kebetulan juga tepat berada di hari Sabtu. Bagi yang daerahnya menerapkan 5 hari kerja mungkin tak berpengaruh kali ea? Tapi, lain buatku. Hari Sabtu tanggal merah itu LUAAAAAR BIASAAA senangnya. Kenapa? Jawabannya karena bisa libur dengan keluarga.




Liburan kali ini pergi ke rumah mertua, eyange anak-anak. Rumah mertua berada di kota kretek yaitu Kudus. Kemarin, kita gak kemana-mana sich, cuma menghabiskan waktu ke tempat orang-orang Kudus kulineran di hari Minggu. Yup, kami sekeluarga menghabiskan waktu ke CFD di Simpang 7. Kenapa kami memilih Car Free Day sebagai salah satu menikmati liburan? Berikut 4 alasannya.

Banyak Pilihan Makanan

Di Car Free Day Kudus sepanjang jalan terdapat pedagang kaki lima menjajakan makanan ringan, makanan berat, dan aneka minuman. Banyak sekali pilihan makanan. Aku saja bingung milih makanan yang akan ku beli saking banyaknya pilihan. Masalah harga sangat aman dikantong.




Banyak Aneka Barang Kebutuhan Dijual

Selain makanan, Car Free Day ini juga memberi banyak manfaat bagi pedagang kaki lima yang menjual aneka barang kebetuhan. Banyak lapak pedagang kaki lima menjual pakaian anak, dewasa, jilbab, sepatu, alat elektronik, bantal, mainan anak-anak, dan masih banyak lagi. Berapa harganya? Harganya gak terlalu mahal. Harga yang ditawarkan standarlah, tidak mremo.



Olahraga Jadi Tak Terasa


Karena banyaknya pedagang di kanan-kiri jalan, akhirnya tak terasa kita sudah berolahraga kurang lebih jalan kaki sekilo meter. Pedagang berjajar dari jalan Simpang 7 ke Selatan, kurang lebih 1 kilo meter.


Menyenangkan Anak dengan Modal Tak Seberapa


Selain tiga alasan di atas, car free day Kudus juga dapat memberi hiburan buat anak. Banyak mainan dan permainan yang tersedia. Ada permainan memancing, odong-odong, kereta mini, tembak-tembakan, lukis, dan lain-lain. Cukup 10 ribu, anak dah senang. 



Nah, itu alasan kenapa wajib menikmati car free day di Kudus. Itulah liburanku, mana liburanmu... 






Selasa, 29 Oktober 2019

Nikmatnya Olahan Bandeng di Rindang 84

Selasa, Oktober 29, 2019 2 Comments
Assalamu'alaikum.... Semangat pagi... Hari ini mau rekomendasikan tempat makan di Kabupaten Pati. Siapa sich manusia di dunia ini yang gak doyan makan. Kabupaten Pati itu terkenal dengan ikan bandengnya. Terlihat jelas di monumen ikan bandeng di jalan lingkar pantura. 



Selain monumen ikan bandeng, siapa sich gak pernah dengar oleh-oleh di Semarang yang terkenal?? Yup, oleh-oleh Ikan Bandeng Juwana. Juwana adalah salah satu kecamatan penghasil ikan terbesar di Kabupaten Pati. Dan menjadi salah satu ikon oleh-oleh terbesar di Jawa Tengah. 

Kok bahasnya bandeng sich? Iya, seperti tulisanku di awal, kali ini aku mau merekomendasikan tempat makan yang 80%-nya menyajikan olahan ikan bandeng yang menjadi ciri khas dari Kabupaten Pati.  Duch, pasti dah pada bayangin nikmatnya olahan ikan bandeng kan? Ada salah satu tempat makan yang menyediakan bermacam-macam olahan ikan bandeng di Kabupaten Pati.  Tempat makan tersebut adalah "Rindang 84". RM "Rindang 84" menjadi tempat memanjakan lidah bagi penggemar kuliner ikan bandeng. 


Menu Utama RM "Rindang 84"


"Rindang 84" tak pernah sepi pengunjung. Penikmat kuliner olahan bandeng pasti tak pernah  menyesal dengan pelayanan dan cita rasa yang ditawarkan RM "Rindang 84". Apa saja menu yang ada di RM "Rindang 84"? Sayangnya beberapa waktu lalu pas ke sana lupa fotoin menu. Tapi beberapa masih ingat kok menu yang ditawarkan. Berikut menunya.
  1. Bandeng bakar
  2. Bandeng presto
  3. Bandeng krispi
  4. Otak-otak bandeng
  5. Bakso bandeng
  6. Galantin bandeng
  7. Tahu bakso bandeng
  8. Waleran (kinca) bandeng



Selain menu utama olahan bandeng, di RM "Rindang 84" juga menyediakan makanan lain. Menu makanan lain tersebut diantaranya adalah
  1. Ayam goreng
  2. Ayam bakar
  3. cah kangkung
  4. mie goreng

Fasilitas


Ngomong tentag fisik RM "Rindang 84" ini pun semangat. RM "Rindang 84" memiliki desain tempat yang nyaman. Ada pilihan lesehan dan meja makan tinggal pilih. Pelayanan ramah. Ada tempat cuci tangan dan toilet yang bersih. Bahkan, ada pojok bacanya juga lho. Tapi, kalau ini bukunya tidak bebas dibaca. Soalnya bukunya dijual. Buat pengelola RM "Rindang 84" bisa jadi saran nich, supaya buku yang tersedia di pojok baca bebas di baca anak-anak dan pengunjung lainnya.




Alamat RM "Rindang 84"


RM "Rindang 84" beralamat di Jalan Ahmad Yani No. 30, Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. Carinya mudah kok. Tinggal cek di google map, ketik RM "Rindang 84" muncul dech petunjuk arahnya. 




Makin ngiler kan ea bayangin enaknya berbagai olahan bandeng yang ada di RM "Rindang '84". Yuk, yang kebetulan lewat di Kabupaten Pati cuz dech mampir. Dan RM "Rindang 84" ini pun menyediakan oleh-oleh untuk dibawa pulang. Kita bisa bawa apa saja ea?

Oleh-oleh RM "Rindang 84"

  1. Bandeng presto frozen
  2. Bakso bandeng frozen
  3. Otak-otak bandeng frozen
  4. Bandeng krispi frozen

Sekian tulisanku. Semoga bermanfaat ea. Selamat menikmati olahan ikan bandeng di RM "Rindang 84".









Sabtu, 26 Oktober 2019

Napak Tilas "Gerbang Majapahit" Bersama MGMP Bahasa Jawa Kabupaten Pati

Sabtu, Oktober 26, 2019 0 Comments
Assalamu'alaikum... Alhamdulillah masih diberikan kesehatan yang luar biasa oleh Allah SWT, sehingga kali ini bisa berbagi cerita. Sebenarnya ini cerita awal bulan lalu, tepatnya tanggal 3 Oktober 2019. Hari itu Kamis, 3 Oktober 2019 ada kegiatan Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Jawa Kabupaten Pati. Alhamdulillah, saat itu diberikan kesehatan untuk ikut serta dalam kegiatan MGMP. 



Kegiatan MGMP hari itu lain dari biasanya. Para pangarsa MGMP menjadwalkan kegiatan jalan-jalan atau istilahnya napak tilas ke berbagai tempat bersejarah yang ada di Kabupaten Pati. Perjalanan di awali ke Desa Rendhole yaitu ke tempat Gerbang Majapahit, dilanjutkan ke Sendang Sani, dan terakhir ke Genuk Kemiri. Cerita Sendang Sani sudah pernah kutulis di artikel lain dalam blog ini.

baca ini: sendang-sani-versi-disdikpora-pati


Nah, kali ini mau cerita tentang Gerbang Majapahit. Kok bisa ea Gerbang Majapahit ada di Kabupaten Pati? Padahal, menurut sejarah, Majapahit ada di Jawa Timur? Penasaran? Tetep baca artikel ini sampai habis.


Asal Muasal Cerita


Cerita diawali ketika Sunan Muria selesai dari perkumpulan. Ketika beliau pulang, jalan yang dilewati banjir. Kemudian Sunan Muria berujar, "Sapa sing bisa nyabrangake aku, yen lanang dadi adhiku, dene yen wadon dadi bojoku."

Kebetulan ketika itu ada seorang penggembala kerbau dengan putrinya. Pengembala tersebut bernama Mbah Seba Menggala. Mendengar berkataan Sunan Muria, Hapsari sang putri Mbah Seba Menggala berniat membantu. Hapsari menunggangi kerbau untuk menolong Sunan Muria menyebrang. Sunan Muria kemudia naik ke punggung kerbau milik Hapsari. 



Akhirnya, Sunan Muria berhasil menyebrangi banjir. Untuk menepati janjinya, Sunan Muria pun menikahi Hapsari. Pernikahan berlangsung kurang lebih 1 bulan. Setelah 1 bulan, Sunan Muria kembali ke padepokan Muria dan meninggalkan Hapsari.

Sepeninggal Sunan Muria, Hapsari melahirkan seorang putra dan diberi nama Raden Bambang Kebo Nyabrang. Nama tersebut di berikan Hapsari karena berhasil menyebrangkan Sunan Muria dengan bantuan seekor kerbau. Hapsari meninggal dunia dan Raden Bambang Kebo Nyabrang diasuh kakeknya yaitu Mbah Seba Menggala.

tampak belakang


Setelah dewasa, Kebo Nyabrang bertanya, "Sabenere aku iki anake sapa Mbah?". Kakeknya sudah tidak bisa menutupi asal-usul Kebo Nyabrang dan akhirnya menceritakan bahwa dia adalah anak Hapsari dengan Sunan Muria. Mendengar cerita tersebut, Bambang Kebo Nyabrang pergi untuk bertemu Sunan Muria.

Dia pergi ke padepokan Muria. Ketika bertemu, dia menanyakan kebenaran tentang dirinya. Apakah benar, dirinya adalah putra Sunan Muria. Sunan Muria awalnya mengelak. Kebo Nyabrang kemudian mengeluarkan benda untuk memperkuat jati dirinya. Untuk meyakinkan diri, Sunan Muria memberi satu persyaratan. 

Gerbang Majapahit Sampai Ke Pati

Persyaratan yang diberikan Sunan Muria adalah membawa pintu gerbang Majapahit yaitu pintu Bajang Ratu. Bambang Kebo Nyabrang menyetujui syarat tersebut dan pergi ke Mojokerto untuk mengambil pintu tersebut. 



Di tempat lain, di padepokan Sunan Ngerang, salah satu muridnya yang bernama Raden Rangga berkeinginan menyunting sang putri yaitu Rara Pujiwat. Namun, Rara Pujiwat memberikan satu syarat agar mau dipersunting oleh Raden Rangga. Syarat yang diajukan Rara Pujiwat adalah Ki Rangga mau memboyong pintu gerbang Majapahit ke padepokan Sunan Ngerang. Raden Rangga menyanggupi dan pergi ke Mojokerto. 

Namun, sesampainya di Mojokerto, Raden Rangga kecewa. Kekecewaan tersebut lantaran pintu Bajang Ratu sudah ditidak ada ditempatnya. Pintu tersebut telah dibawa oleh seorang pemuda ke Gunung Muria. Pemuda tersebut tak lain adalah Raden Bambang Kebo Nyabrang.



Raden Rangga pun mengejar Raden Bambang Kebo Nyabrang. Raden Bambang Kebo Nyabrang berhasil disusul. Raden Rangga pun meminta pintu tersebut, tetapi Bambang KEbo Nyabrang tidak mau menyerahkannya.

Pertempuran tak terelakkan lagi. Keduanya bertengkar hebat selama 35 hari. Sunan Muria mendengar pertengkaran tersebut akhirnya turun tangan. Sunan Muria berkata, "Wis lerena, sakloron padha bandhole!" perintah beliau.



Akhirnya kedua orang tersebut berhenti bertarung. Tempat peleraian tersebut sekarang dikenal dengan nama desa Rendhole dari kata padha bandhole. Sunan Muria pun mengakui Raden Bambang Kebo Nyabrang sebagai putranya. Dan disuruh menjaga pintu gerbang Majapahit.

Raden Rangga pun pulang ke padepokan Ngerang dengan membawa pathek pintu yang melengkung ke hadapan Rara Pujiwat. Namun, Rara Pujiwat tidak mau, dia menginginkan pintunya bukan patheknya. Raden Rangga marah. Pathek pintu tersebut dilempar ke Rara Pujiwat. Rara Pujiwat terkena lemparan pathek tersebut dan tenggelam ke sungai.

Kondisi Gerbang Majapahit Saat Ini


Di atas adalah cerita singkat dari asal muasal gerbang Majapahit sampai di desa Rendhole. Kondisi gerbang Majapahit yang ada di desa Rendhole ini sudah tidak 100% asli. Ada beberapa bagian kayu yang diganti. Di tempat tersebut juga ada sirap kayu atau atap kayu asli dari pintu gerbang Majapahit menumpuk di depan pintu.




Di sana juga tumbuh subur pohon "adem-adem ati". Menurut Pak Enggar penjaga pintu gerbang Majapahit, setiap 6 tahun sekali kayu diberi cairan kimia.




Sumber: Pak Enggar (plawang gerbang majapahit)





Selasa, 22 Oktober 2019

Kehilangan Seorang Pahlawan Hidupku "IBU"

Selasa, Oktober 22, 2019 0 Comments
Assalamu'alaikum... Baca judul postingan kali ini sedih ea. Yup, sudah kurang lebih 12 hari aku kehilangan sosok pahlawan dalam hidupku yaitu ibu. Tepatnya tanggal 11 Oktober 2019 kurang lebih pukul 15:00 WIB.



Ditinggal seorang ibu seperti mimpi. Mimpi disiang bolong. Kenapa seperti mimpi? Bagiku ini mimpi yang menyedihkan. Ibu yang pagi hari masih berjualan di pasar dan siang ketika aku pulang dari mengajar pun terlihat sehat karena beliau memasak untuk kami.

Kebetulan hari itu Jumat. Di hari Jumat, bapak berjualan pun setengah hari. Aku pulang kerja pun pukul 12 siang sampai rumah. Di hari tersebut, adikku yang kedua kebetulan berkunjung bersama suami dan anaknya. Sedangkan adikku yang ketiga tidak masuk sekolah.

Siang hari sepulang dari Jumatan kejadian memilukan dan mengagetkan tersebut terjadi. Bapak yang menonton televisi tiba-tiba dikagetkan dengan suara ibu yang "pelo". Bapak menjerit dan aku bergegas menghampiri. Seketika itu aku shock. Aku berlari mencari pertolongan untuk membawa ibu ke rumah sakit. Adik iparku bergegas mencari bantuan juga dan mengeluarkan mobil.



Suasana tiba-tiba ramai oleh saudara dan tetangga. Kakiku lemas. Perasaanku tak enak. Karena ketika ibu sudah tak sadarkan diri, tiba-tiba kotoran keluar dengan sendirinya. Ibu akhirnya di bawa ke rumah sakit di daerahku. Aku masih duduk lemas. Dengan mengumpulkan kekuatan, aku menyusul dengan mengendarai motor. 

Suamiku ketika kejadian langsung di telpon oleh mbak yang membantu di rumah. Dalam perjalanan, hatiku sudah was-was. Yup, aku menangis. Di tengah jalan, aku berpapasan dengan suami. Kemudian dia membututiku dari belakang menuju rumah sakit. Sampai di IGD, aku sudah tak bisa berkata-kata. Ibu sudah dipasangi berbagai alat bantu. Deteksi jantung, tekanan darah, oksigen, entah apa lagi yang terpasang.

Perawat rumah sakit memberi kami keluarga pesan agar mendampingi ibu. Aku di sebelah kanan ibu membisiki nama ALLAH. Bapak membisiki ditelingi kiri. Suamiku dan pak dhe membaca YASIN. Aku dan keluarga menunggu keajaiban. Tekanan darah ibu tinggi. Dari 264 ke 300 hingga drop dan akhirnya beliau meninggal dunia.

KAGET... Menangis... Secepat inikah kau meninggalkanku Buk... Aku belum sempat membahagiakanmu. Bahkan, aku masih seperti anak kecil yang selalu kau siapkan makanan sepulang aku sekolah. Ibukku yang selalu berpuasa ketika aku menghadapi ujian. Ibukku yang doanya manjur untukku. Ibukku yang kusayang...



Ibuk maafkan aku jika aku menyakitimu, maafkan segala perilakuku dan cucu-cucumu. Aku ikhlas buk. Hari Jumat, 11 Oktober 2019 KAU panggil surgaku ya Allah. Berikanlah beliau tempat terindahMu, surgaMu.. Ampuni segala dosa-dosanya. Lampangkanlah kuburnya.. Semoga husnul khotimah buk..



Yang menyayangimu, 

putri sulungmu
Linna



Jumat, 04 Oktober 2019

Artikel Ke-6 Dimuat Tribun Jateng

Jumat, Oktober 04, 2019 0 Comments
Assalamu'alaikum....
Semangat pagi... Tak terasa sudah hari Jumat nich. Tanggalan samping meja kerjaku menunjukkan hari ini tanggal 13 September 2019. Pokoknya setiap hari tetap sehat, semangat, dan tersenyum ea.

Kali ini mau nyimpen tulisanku yang dimuat di Tribun Jateng pada hari Selasa, 10 September 2019 yang lalu. Artikel ke-6 yang dimuat di media massa. Artikelku ini berjudul "Nasib Unggah-ungguh Basa Generasi Z di Era 4.0".

Artikel ini berisi uneg-unegku tentang generasi Z orang Jawa yang sudah jarang sekali menerapkan unggah-ungguh basa saat berkomunikasi dengan orang lain. Berikut artikel yang dimuat beberapa waktu yang lalu.









Selasa, 10 September 2019

Anoman dadi Duta

Selasa, September 10, 2019 0 Comments
Sawise Jatayu seda, Rama lan Lesmana sedina nggoleki Dewi Sinta. Wong loro ora padha turu. Nalika Rama keturon, dheweke ngimpi yen kudu mara menyang alas Raksamuka nemoni salah sawijing wanara. Rama tangi gragapan banjur lunga ing alasa Raksamuka. Ing alas Raksamuka, Rama lan Lesmana kepethuk kethek (wanara) sing kejepit. Banjur Rama lan Lesmana age-age nulungi.

https://sulukart.com/wp-content/uploads/2018/03/Kaos_Anoman_Sulukart_2.jpg


Wanara kang kecepit mau jenenge Sugriwa. Sugriwa dicepit dening sedulure Subali. Sugriwa banjur nyritakake kedadean nalika ing guwa Kiskendha. Sugriwa matur karo Rama supaya kersa nulungi ngalahake Subali. Menawa Rama kersa, Sugriwa bakal suwita marang Rama.

Rama sarujuk. Banjur wong telu yaiku Rama, Lesmana, lan Sugriwa menyang Guwa Kiskendha. Sugriwa lan Subali gelut. Rama melu gelut. Subali kang ngerteni yen Sugriwa direwangi saya nesu. Subali ora trima urusane dicampuri dening wong liya.

Bandayuda ora bisa kaselaki. Subali pungkasane sadar yen tumindake kuwi luput. Dheweke gela, ananging gelane kuwi wis telat. Sugriwa nendhang Subali. Ora ana sing bisa slamet yen kena sadhukane Sugriwa. Pungkasane Subali ngucap, "Sugriwa, apuranen aku. Saiki dakpasrahake anakku, wenehana jeneng Anggada lan tampanen kabeh kasektenku." Nanging kasektene Subali ditampa Rahwana. Sugriwa gela. Amarga panglipure Rama, dheweke gumregah maneh. Sugriwa banjur suwita marang Rama.

Rama, Laksamana, lan Sugriwa banjur nggawe rancangan mungsuh Rahwana. Pungkasane, Rama ngutus supaya Anoman dadi duta menyang Alengka. Ananging, Anggada ora narimakake. Wanara loro mau banjur adu cepet. Sapa sing bisa tekan Alengka cepet, kuwi sing bakal dadi duta. Anoman sangguh 10 dina, Anggada saguh 7 dina. Anoman saguh 5 dina, Anggada saguh 3 dina. Banjur Anoman mangsuli yen dheweke saguh tekan Alengka mung sedina. Anggada banjur kuciwa. Dheweke kagawa angin saka Anoman.

Anoman banjur mangkat menyang Alengka. Supaya bisa sedina tekan Alengka, dheweke sowan menyang Bathara Surya. Bathara Surya kasuwun supaya ngendeg srengenge. Kanthi rerayune Semar, Bathara surya kersa ngendheg lakune srengenge.

Anoman nutukake laku. Tutug sadhuwure segara Alengka, Anoman kasedot. Segara mau yakuwi Wilkataksini. Wilkataksini nguntal Anoman. Anoman polah ana ing njero wetenge Wilkataksini. Wilkataksini kuwalahen. Anoman banjur nyuwek wetenge Wilkataksini nganggo kuku wajane. Wilkataksini mati, banjur dheweke diuntahke.

Anoman kentekan daya. Dheweke diuntahake ing gunung. Ing gunung mau ana guwa. Guwa mau arane Guwa Windu. Ana wong wadon jenenge Dewi Sayempraba lagi tapa. Dewi Sayempraba mau menehi ngombe Anoman. Sawise ngombe, Anoman dumadakan dadi wuta.

Kanthi grayah-grayah nutukake laku menyang Alengka. Satengahing dalan ketemu Garudha Sempati. Mripate Anoman ditambani karo idune Garudha Sempati. Pungkasane Anoman bisa ndelok maneh. Anoman tekan dalan sing alus banget kaya karpet. Jebul dalan mau ilate Wilkataksa. Wilkataksa nguntal Anoman. Anoman banjur nyuwek wetenge Wilkataksa. Pungkasane Anoman tutug Alengka.

Dheweke tutug ana ing taman Argasaka. Ing taman mau, dheweke sesideman ing sadhuwure wit nagasari. Ing pange wit mau, dheweke ndelengi Dewi Sinta. Dewi Trijatha weruh Anoman ing dhuwur wit mau banjur nulungi Anoman. Anoman bisa ketemu karo Dewi Sinta.

Anoman banjur wenehake susup setya ludira. Ali-ali mau dijajal Dewi Sinta. Ali-ali mau lobok lan kuwi pratandha yen Dewi Sinta isih suci. Dewi Sinta banjur wenehake susuk kondene nyang Anoman. Susuk konde mau dadi pratandha yen Dewi Sinta gelem dijak bali.

Nalika metu, Anoman kadhang dening balane Rahwana. Anoman kalah. Dheweke banjur diobong. Untunge, Dewi Trijatha wenehi ngombe banyu klapa saka pandhita sing ndadekake dheweke ora kobong.

Anoman ora kobong, malang mabur gawa geni neng awake. Geni kang digawa mabur ngobong negara Alengka. Akeh prajurit mati. Banjur Anoman bali mulih saperlu sowan Rama. Ing tengah dalan, kepethukan karo Gunawan Wibisana. Gunawan Wibisana mau dijak sowan menyang Rama.


Sumber: 

Slamet. 2016. Wursita Basa Kanggo SMP/MTS Kelas IX. Klaten: CV Sahabat.
Toto dan Suci. 2019. Kawruh Basa Jawa. Pati: MGMP.




Kamis, 05 September 2019

Lomba Menulis di Bulan September

Kamis, September 05, 2019 2 Comments
Assalamu'alaikum...
Semangat pagi....
Semoga selalu sehat dan bahagia di bulan September ceria ini. Kali ini mau sharing informasi lomba di bulan September. Informasi lomba ini kudapat dari instagram penerbit @grasindo_id. Berhubung yang sharing penerbit @grasindo_id, pastinya lomba berhubungan dengan tulis menulis. 



Lomba menulis ini diadakan oleh EXFFI dan MVT. Lomba berupa "Menulis Korean Fiction dan Online Mentoring". Untuk kategori lomba menulis ada banyak hadiah yang menanti lho? Apa itu? Lanjut membaca ea..

Apa sich ketentuan lombanya?


1. Tema lomba menulis adalah "Everyday is Miracle"
2. Cerita orisinil, bukan saduran atau terjemahan
3. Cerita harus berlatar Korea (baik nama tokoh, tempat, dll). Ingat ya, TIDAK BOLEH MENGUNAKAN NAMA IDOL, GRUP, DAN AGENSI.
4. Cerita ditulis sepanjang 1.500 - 2.000 kata
5. Genre bebas (tidak mengandung SARA, Kekerasan, Sex Content, dan LGBT)
6. Satu peserta hanya boleh mengirimkan satu cerita terbaiknya



Ada ketentuan lainnya Gak?
Ketentuan lainnya ada banyak, tapi ringan kok, gak seberat berat badanku... hiks..hiks..hiks.. Yuk cuz lanjut bacanya.

Ketentuan lainnya?


1. Pastikan sudah mem-follow akun EXOFFI dan MVT
  • Instagram : @exoffindo
  • Line : @exofanfiction MVT
  • Line : @ezr0684a
  • Wattpad : @MovictionTeam
2. Jangan lupa juga follow medsos di bawah ini
       
Instagram
  • Grasindo : @grasindo_id
  • @kfiction_grasindo
  • Loveable : @loveable.redaksi
  • LAVLAVSHOP : @lavlavshop_id
  • ARMYBOMB FF : @armybombfanfiction.id
  • NCTFANGIRLSTORE : @nctfangirlstore
  • WATTPADINDO : @wattpadindo
LINE
  • WANNAONE ID: @zyb6566q
  • HIGHLIGHT NEWS : @npu9943c
3. Semua bukti follow di screenshot dan dikirimkan beserta naskah.

Lalu kirimnya kemana?


Kirim naskah dan bukti follow ke email di bawah ini

naskah.exoffimvt@gmail.com
dengan subject : EIM_NAMA PENA_JUDUL CERITA

4. Deadline lomba pada tanggal 30 September 2019


Apa hadiahnya?

JUARA 1

Album K-Pop + Buku Cetakan Pertama + Uang Tunai Rp 250.000

JUARA 2

Buku Cetakan Pertama + Uang Tunai Rp 200.000 + Merchandise

JUARA 3

Buku Cetakan Pertama + Uang Tunai Rp 100.000 + Merchandise

JUARA 4

Buku Cetakan Pertama + Novel Terbitan Loveable



Tertarik??? Yuk ikutan. Pumpung deadline masih lama. Jangan lupa patuhi ketentuannya ya... Semoga beruntung..........

Wassalamu'alaikum








Rabu, 04 September 2019

4 Alasan Aku Menyukai Blog

Rabu, September 04, 2019 0 Comments
Assalamu'alaikum... 

Semangat pagi pembaca setia sinaujawa.com. Kali ini mau sharing. Mengapa aku senang ngeblog. Blog buatku adalah media yang sangaaaat berharga. Kenapa berharga? Yuk simak alasanku.


Apa yang kusukai dari blog?


1. Seperti Teman

Buatku blog seperti teman. Teman yang sangat berharga. Jika dulu sebelum ada perkembangan teknologi kita menulis di buku harian, kini bloglah yang menjadi buku harianku. Dengan adanya blog ini aku bisa curhat. Blog adalah media untukku bercerita dan menulis. Yup, aku senang berbagi cerita dengan bentuk tulisan. Dan jujur saja aku tak begitu suka update status di media sosial. Jadi, blog adalah media yang pas untukku. 



2. Berbagi Informasi

Selain menjadi teman, blog juga wadah berbagi informasi. Ada beberapa postingan blog yang kutulis untuk menyampaikan informasi. Mulai dari informasi untuk umum seperti tempat wisata, tempat makan, lomba, dan informasi penting untuk para siswaku.



3. Menyimpan Karya

Aku memiliki hobi menulis. Beberapa kali tulisanku juga dimuat di koran cetak. Nah, blog ini juga kumanfaatkan untuk menyimpan karyaku. Selain karyaku, ada beberapa postingan yang memamerkan karya dari para siswaku.



4. Menambah Celengan

Berkat menulis lewat blog ini, aku mendapatkan uang celengan. "Kenapa celengan? Apa gak gajian tiap bulan tuch?" pasti ada yang nyeletuk seperti itu. Iya, buatku adsense ini celengan, karena mungkin jarangnya update dan pengunjung yang belum fantastis, jadi pundi-pundi uangnya masih berbentuk recehan. Namun, meski tak seberapa tetap disyukuri.



Nah, itulah 4 alasan kenapa aku menyukai blog. Blog adalah satu media yang bisa dimanfaatkan oleh seseorang yang memiliki hobi menulis sepertiku. Meski tak punya hobi menulis, kalian juga bisa lho memanfaatkan blog. Untuk apa? Tentu saja untuk sharing informasi. Bagaimana tertarik ngeblog?

Yuk ngeblog











Selasa, 03 September 2019

September Bulan Istimewa

Selasa, September 03, 2019 0 Comments
Assalamu'alaikum...

Sudah lama tak menulis di blog ini. Dan tak terasa sudah bulan September di tahun 2019 ini. September merupakan salah satu bulan teristimewa buatku secara pribadi. Kenapa?? Karena tepat 3 tahun yang lalu putri kecilku menangis untuk yang pertama kalinya.



Putri kecilku terlahir pada 24 September 2019 tepat tengah hari selepas azdan Dzuhur. Hadiah istimewa setelah pada tahun 2012 kami pun dikaruniai jagoan kecil. Melihat tangisnya pertama kali membuat hati terharu. Si Oshin ini begitu kami kerap memanggilnya selama beberapa detik membiru. Namun, berkat kesigapan tenaga medis, Alhamdulillah Aysha Syarefa Jehan bisa menangis dengan kencang.



Kini, setelah 3 tahun berlalu, se Oshin kami sudah sekolah toodler. Sudah pandai bernyanyi, mengenal warna (pakai bahasa Inggris), membaca ummul kitab yaitu surat Al Fatikah, hingga doa mau makan dan tidur. 



Pasti dari tadi penasaran kenapa kami memanggilnya Oshin? Panggilan sayang kami sebenarnya adalah adik Ifa. Namun, karena kulit putih dan bermata sipit, banyak yang memanggilnya Oshin. Iya, dia seperti gadis Jepang. Gadis kecil kami yang pintar dan cantik.

Itulah alasan kenapa September adalah bulan istimewa untukku. Karena putri kecil kami Aysha Syarefa Jehan terlahir di dunia mewarnai hari-hari kami.



Kamis, 27 Juni 2019

Segarnya Garang Asem "Sari Rasa" Kudus

Kamis, Juni 27, 2019 0 Comments
Assalamu'alaikum... Mau share tempat makan recomended lagi nich di Kota Kretek Kudus. Kali ini makanannya bercita rasa pedes, asem, gurih. Makanan apakah itu???? Jawabannya adalah "GARANG ASEM".


Dari judulnya saja sudah menggugah selera. Iya kan??? Garang asem merupakan salah satu makanan dengan bahan dasar ayam, tomat, dan cabe rawit. Duch, sampai sini aku nulisnya sambil bayangin dan ngiler lho... Wkkkk... wkkkk... wkkkk....



Makanan garang asem ini dimasak dengan cara dikukus. Ayam dengan bumbu-bumbunya ditambah dengan tomat hijau dan cabai rawit dibungkus dengan daun pisang lalu dikukus sampai ayam lunak. Ketika menikmati pertama kali makanan ini, lidah ini langsung menari-nari. Kok menari-nari??? Iya, saking enak, pedes, asem, dan segeeeeeeer bangeeet.


GArang asem yang dijual di rumah makan Sari Rasa Kudus ini sudah terkenal lho. Kalau gak salah pernah masuk diprogram TV. Di Sari Rasa ini tersedia garang asem ayam, ati ampela, dan ceker. 

Berapa harganya????

Harganya sebanding lah dengan rasa yang disajikan. Harga ketika terakhir aku beli untuk satu porsinya adalah Rp 24.000,-. Satu bungkus garang asem bisa banget untuk berdua. Porsi satu bungkusnya lumayan banyak. Tapi, untuk sendirian juga masuuuuuuk. 


Dimana Alamatnya???


Garang asem Sari Rasa Kudus ini berada di depan gedung haji Kabupaten Kudus.  Tepatnya di Jl. AKBP Agil Kusumadya No. 20 Jatikulon Krajan, Kudus. 



Penasaran dengan rasa pedas dan asemnya??? Buruan yuk cuuuuz kesana. Jangan kemaleman iya, takutnya si garang habis...

Selamat mencoba...