Kamis, 27 Juni 2019

Segarnya Garang Asem "Sari Rasa" Kudus

Kamis, Juni 27, 2019 0 Comments
Assalamu'alaikum... Mau share tempat makan recomended lagi nich di Kota Kretek Kudus. Kali ini makanannya bercita rasa pedes, asem, gurih. Makanan apakah itu???? Jawabannya adalah "GARANG ASEM".


Dari judulnya saja sudah menggugah selera. Iya kan??? Garang asem merupakan salah satu makanan dengan bahan dasar ayam, tomat, dan cabe rawit. Duch, sampai sini aku nulisnya sambil bayangin dan ngiler lho... Wkkkk... wkkkk... wkkkk....



Makanan garang asem ini dimasak dengan cara dikukus. Ayam dengan bumbu-bumbunya ditambah dengan tomat hijau dan cabai rawit dibungkus dengan daun pisang lalu dikukus sampai ayam lunak. Ketika menikmati pertama kali makanan ini, lidah ini langsung menari-nari. Kok menari-nari??? Iya, saking enak, pedes, asem, dan segeeeeeeer bangeeet.


GArang asem yang dijual di rumah makan Sari Rasa Kudus ini sudah terkenal lho. Kalau gak salah pernah masuk diprogram TV. Di Sari Rasa ini tersedia garang asem ayam, ati ampela, dan ceker. 

Berapa harganya????

Harganya sebanding lah dengan rasa yang disajikan. Harga ketika terakhir aku beli untuk satu porsinya adalah Rp 24.000,-. Satu bungkus garang asem bisa banget untuk berdua. Porsi satu bungkusnya lumayan banyak. Tapi, untuk sendirian juga masuuuuuuk. 


Dimana Alamatnya???


Garang asem Sari Rasa Kudus ini berada di depan gedung haji Kabupaten Kudus.  Tepatnya di Jl. AKBP Agil Kusumadya No. 20 Jatikulon Krajan, Kudus. 



Penasaran dengan rasa pedas dan asemnya??? Buruan yuk cuuuuz kesana. Jangan kemaleman iya, takutnya si garang habis...

Selamat mencoba... 





Senin, 10 Juni 2019

Lontong Nasi Tahu Telur dan Gimbal Pak Gareng Terenak di Kudus

Senin, Juni 10, 2019 0 Comments
Selamat hari raya Idul Fitri 1440 H. Mohon maaf lahir dan batin. Maaf sekali lama tak menulis saking banyaknya kegiatan di rumah dan sekolah. Untuk mengobati kerinduan coretanku ini, para pengunjung setia sinau bareng ini akan ku iming-imingi makanan. Yup, kali ini mau share tempat makan enak di Kudus.

 


Makanan khas lebaran identik dengan berlemak dan manis. Yup, aneka sajian berlemak seperti opor, semur, bahkan gule kerap menghiasi lebaran kita. Tak ketinggalan aneka camilan manis yang menghiasi tiap meja di rumah-rumah saudara kita. 

Bosan??? Tentu saja kujawab boseeeeeeeeeeeeeeeeen pakai biangeeeeet. Untuk mengobati rasa bosen dengan menu makanan yang itu-itu saja, ku rayulah pak suami ke tempat makan yang sebenarnya membuat dia malas. Kenapa??? Karena tempat makan yang kupilih ini sangaaaaat sangaaat butuh kesabaran saat membelinya.

Duch, penasaran?? Makanan apa itu??


Lontong Pak Gareng Pasar Kliwon Kudus jawabannya. Malam ini setelah capek ngajak anak-anak jalan-jalan, perut laper berat. Sudah kuniati HARUS beli itu lontong terenak dilidah. 30 Menit perjalanan dari Pati ke Kudus, sampailah kita di lapak Pak Gareng yang ramainya W.O.W. Untungnya sampai sana masih dapat tempat duduk. 



Hampir 1 jam menunggu, kita belum juga dilayani. Kenapa sich harus rela mengantri selama 1 jam??? Kenapa gak ditinggal saja sich, hanya demi seporsi lontong?? Apalagi si mas tertidur pulas, kok sabar pak suami?? Padahal, biasanya dia mah dah ngambek kalau beli sesuatu pelayanannya luama. Pertanyaan itu mungkin terbesit dibenakku dan orang-orang. 



Mau Tau Alasannya Mengapa Kita Rela Antri Sejam Lamanya??


Secara pribadi, lontong Pak Gareng ini adalah lontong pertama yang membuatku jatuh cinta. Rasanya tak ada yang menandingi. Dan mungkin pak suami gak ngambek karena memang dia dah janji bakal nemenin sang istri tercinta makan lontong ini.



Sebenarnya, kami sudah lama jadi pelanggan lontong Pak Gareng. Awal masih pacaran, kerap kali diajak makan malam di Pak Gareng. Pindah tempat akibat relokasi Pasar Kliwon pun tetap kami cari. Karena memang rasanya yang nikmat dan ngangenin. Bumbu kacang dan kecapnya mantul sekali. Kesabaran mengantri selama 1 jam terobati dengan rasa bumbu kacang yang menggoyang lidah. 


Penasaran dengan tempatnya???

Lontong Pak Gareng ini terletak tepat di emperan toko Pasar Kliwon. Di emperan Pasar Kliwon berderet tenda-tenda makanan. Pak Gareng, berada di tengah-tengah. Pokoknya gampang dech mencarinya. 


Berapa harga seporsi???


Kalau aku paling senang dengan lontong tahu telur tanpa gimbal, harganya cukup terjangkau yaitu Rp. 10.000,-. Mungkin jika nambah gimbal harganya gak nyampai Rp 15.000,-. 




Penasaran kan dengan cita rasanya dan sensasi antrinya??? Buruan cuz ke Kudus. Warung buka kurang lebih sore hari pukul 17.30 WIB. 

Selamat Mencoba.... Dan Selamat Mengantri......





Kamis, 14 Maret 2019

Cara Download Foto Kelas IX

Kamis, Maret 14, 2019 0 Comments
Assalamu'alaikum anak-anakku kelas IX Tahun Pelajaran 2018/2019. Berikut bu Linna tuliskan tutorial cara download foto kalian yang telah bu Linna share di facebook group adiwiyata SMP N 1 Cluwak. Sebelumnya mohon maaf bu Linna memberikan tutorial downloadnya di website pribadi.

Berikut langkah downloadnya


1. Klik link download yang telah bu linna share di facebook group adiwiyata SMP N 1 Cluwak




2. Pilih tombol anak panah ke bawah yaitu tanda download atau unduh

3. Klik file Zip yang telah terdownload

4. Akan terbuka file zip yang telah terdownload, kemudian klik extract

5. Pilih tempat untuk mengextract file. Bisa di  (D) atau (E)

6. Klik OK

7. File sudah terdownload sempurna

8. Selamat mencoba semoga bermanfaat



Senin, 26 November 2018

5 Tempat Makan Recomended di Kudus

Senin, November 26, 2018 0 Comments

Day 7


Assalammu'alaikum... Selamat Hari Guru Nasional. Tanpamu apa jadinya aku. Kaulah pahlawan sejati. Yup, kemarin merupakan HGN yaitu tanggal 25 November 2018. Namun, baru hari ini Senin, 26 November secara serentak di seluruh instansi pendidikan mengadakan upacara bendera memperingati HGN. Hepi banget menjadi salah satu agen perubahan di zaman now. 

Kembali ke tema dulu ea. Kali ini masih dalam BPN 30 Day Blog Challenge. Tema hari ke tujuh adalah 5 tempat makan favorit. Hmmmmm, banyak sich tempat makan favoritku. Baik di tanah kelahiranku yaitu Pati, maupun di tempat suami yaitu Kudus.

Kali ini aku mau review 5 tempat makan favoritku dan keluarga kecilku jika pulang ke Kudus. Penasaran? Oke dech cuzzz....

1. Warung Makan Pecel Bu Sarmi
Tempat makan pertama yaitu warung nasi pecel. Orang Indonesia pasti kenal dan suka dengan pecel. Di Kudus terdapat satu warung nasi pecel yang tak pernah sepi oleh pembeli. Warung tersebut berada di belakang RS Aisyiyah Kudus atau di Kecamatan Mejobo. Warung tersebut menyediakan menu utama pecel baik dengan nasi maupun lontong. Selain itu, ada banyak lauk pendamping yang ada di sana.  


Soal rasa dijamin endeeeeessss. Bumbu kacangnya kental dan lumer di mulut. Enaaaaak sekali sampai rasanya terbawa mimpi heheheheee.... Lebay ya? Emang benar rasanya enak. Pecel disini bisa ditambah gorengan atau cingur yang menambah nikmat sajian. 

2. Lentog Tanjung
Tempat makan kedua yaitu lentog tanjung. Lentog tanjung merupakan masakan dengan menu lontong dilengkapi dengan kuah semur tahu dan gudheg. Rasanya enak gurih. Ada banyak pilihan warung makan lentong yang endes di Kudus. Salah satunya berada di jalan Bakti dekat dengan kantor BPJS lama. Ada juga di depan Bank Cimb Niaga. Dan ada juga di komplek warung lentong di daerah Tanjung.

3. Pindang Soto Sulikhan
Tempat makan ketiga yang menjadi tujuan utama jika pulang ke rumah Kudus yaitu soto Sulikhan. Soto Sulikhan memiliki rasa gurih nikmat dengan kuah yang segar. Selain soto, Pak Sulikhan juga menyediakan menu pindang. Dua-duanya yaitu soto dan pindang tersedia dua macam dengan ayam atau kerbau. Tempatnya yang strategis yaitu di pusat kota Kudus membuat tempat ini tak pernah sepi.

Baca ini: Pindang Soto Sulikhan

4. Soto Djatmi
Tempat makan keempat juga menunya soto. Soto Jatmi termasuk tempat makan yang sangat ramai di Kudus. Ciri dari soto Jatmi menurutku adalah mempunyai kuah yang kental. Rasanya nikmat dan segar.



5. Garang Asam Sari Rasa
Tempat makan kelima yaitu garang asam sari rasa. Garang asam sari rasa ini terletak di depan gedung haji. Garang asam ini memiliki cita rasa yang khas. Kukusan ayam dicampur dengan tomat dan cabai hijau serta dibungkus dengan daun pisang. Aroma daun pisang yang dikukus itulah menambah cita rasa dari garang asam ini.



Minggu, 25 November 2018

Ini 5 Fakta Tentang Diriku

Minggu, November 25, 2018 2 Comments

Day 6


Tantangan hari keenam ini sedikit berat untukku. Tema tantangan keenam dalam BPN 30 Day Blog Challege adalah 5 fakta tentang diri sendiri. Hmmmm, susyah kan? Soalnya, menurutku yang bisa menilai diri kita itu orang lain, bukan kita sendiri.



Hmmmmm, tapi okelah aku akan membeberkan 5 fakta tentang diriku. Apa itu? 

1. Moody
Aku tipe orang yang moody. Suatu saat aku sukaaa banget dengan aktivitas A, namun terkadang hal tersebut tak berlangsung lama. Lalu, beralih ke aktivitas B, dan suatu ketika kembali lagi suka ke aktivitas A. Aneh kan?

2. Tipe Pekerja Individu
Yup, aku tipe orang yang kurang bisa bekerja kelompok. Aku juga cenderung orang yang tak bisa menunggu orang lain. Jika, aku memberikan suatu pekerjaan pada orang lain, namun tak selesai-selesai ia kerjakan, maka aku akan langsung mengambil alih pekerjaan itu semua. Bahkan karena sifatku ini, aku belum bisa membimbing orang (kaderisasi) untuk jabatanku. Jadi, seakan-akan pimpinan di instansiku hanya bergantung padaku. Sedihkan????

3. Melankolis
Aku juga seorang wanita yang kalau nonton drakor mendadak baper lho... hehhehe... Terkadang juga jika sudah cyapek dengan rutinitas di sekolah dan rumah, tanpa sebab aku nangis. 

4. Tak Suka Pekerjaan Rumah
Karena padatnya pekerjaan, dan sesampainya di rumah langsung momong, aku menjadi salah satu ibu yang tak suka pekerjaan rumah. Memasak jarang, lebih kerap dimasakan ibu, cuci piring, nyeterika dan seabrek kerjaan rumah lainnya kupakai jasa orang lain. Hehehe...

5. Ibu yang Baik
Aku berusaha tetap menjadi ibu dan istri yang baik. Meski tak bisa memasak, aku mencoba tetap menjaga suami dan anak-anakku. Semoga tetap seperti itu. Dan, Alhamdulillah, dimata mereka aku tetap yang terbaik.

Nah, itu 5 fakta tentang diriku. Bagaimana denganmu???






Sabtu, 24 November 2018

Peran Media Sosial Buatku

Sabtu, November 24, 2018 0 Comments

Day 5


Assalamu'alaikum... Semangat pagi.. Sudah hari kelima dalam BPN 30 Day Blog Challenge. Tema kali ini adalah "Tentang Media Sosial". Mendengar media sosial, pasti tiap orang tak memungkiri bahwa perannya di zaman now amatlah besar. Aku pun mengakuinya.



Dalam berkomunikasi pun, sekarang ini tak pernah meninggalkan media sosial. Menjamurnya sosmed, sedikit mempengaruhi gaya hidup bersosial generasi kita. Facebook, instagram, twitter adalah tiga dari banyaknya sosmed yang populer. Ketiganya aku memanfaatkannya.

Coba mari kita renungkan bersama, berapa kali kita membuka sosmed tersebut dalam sehari? Jujur saja, aku dalam satu jam saja bisa membuka facebook dan instagram lebih dari 5 kali hehhehehe... Kalau kalian berapa kali?

Dari kebiasaan tersebut, sudah terlihat kalau sosmed sudah merasuk dalam sendi kehidupan sehari-hari kita. Mungkin timbul beberapa pertanyaan dari para pembaca. Membuka sosmed sejam lebih dari 5 kali itu apa saja yang aku lakukan? Apakah hanya sekedar membuat status? 

Tentu tak sekedar membuat status. Aku memanfaatkan media sosial antara lain untuk:

1. Berjualan
Yup, aku berjualan online melalui facebook. Selain guru, blogger, aku juga berjualan online melalui marketplace facebook. 

2. Share Artikel
Selain berjualan, medsos kumanfaatkan untuk share artikel dari blog ini. 

3. Berkomunikasi dengan Teman
Yang ketiga media sosial jelas kumanfaatkan untuk berkomunikasi dengan teman. Sekedar menyapa, ngelike, atau komentar distatusnya.

Itulah manfaat media sosial buatku. Bagaimana denganmu?




Jumat, 23 November 2018

Kenapa Blogger Perempuan Network?

Jumat, November 23, 2018 13 Comments

Day 4


Assalamu’alaikum... Semangat pagi... Tantangan hari keempat di BPN 30 Day Blog Challenge adalah alasan kenapa bergabung di Blogger Perempuan Network?



Blogger Perempuan Network merupakan komunitas bagi para blogger perempuan di seluruh Indonesia. Blogger perempuan Network ini memiliki jumlah anggota kurang lebih 4000 orang dari berbagai elemen perempuan Indonesia. Mulai dari ibu rumah tangga, wanita karier, pelajar, mahasiswa dan masih banyak lagi. W. O. W banget kan? 

Dengan latar belakang yang baik dan banyaknya member yang menginspirasi, siapa sich yang nggak kepincut buat gabung? BPN berdiri sejak tahun 2015. Sebetulnya lebih muda dari blog yang aku punya ini, tapi BPN sudah mempengaruhi banyak wanita di Indonesia untuk bisa menulis. 

Aku bergabung dengan Blogger Perempuan Network sebetulnya belum lama, yaitu pada tahun ini sekitar bulan Mei. Baru banget kan? Aku yang tinggal di sebuah kota kecil di Kabupaten Pati butuh sesuatu agar bisa mengembangkan blog ini. Siapa sich yang nggak kepingin menaikkan DA dan PA blog?



Karena di Pati jarang sekali kopdar blogger dan memang sebenarnya tidak ada wadah untuk blogger perempuan di sini, akhirnya aku memutuskan untuk bergabung dengan komunitas blog yang memiliki keanggotaan luwes. Akhirnya Blogger Perempuan Network pilihanku. 

Lalu dimana aku kenal Blogger Perempuan Network?

Aku kenal BPN ini karena kerapnya blogwalking ke blog milik para blogger ibu-ibu yang menginspirasi. Rata-rata mereka bergabung dengan komunitas blogger lebih dari satu. Setelah aku survey, akhirnya kuputuskan untuk bergabung dengan Blogger Perempuan Network. 

Kenapa?

Blogger Perempuan Network ini memiliki pengelolaan member yang menurutku sangat profesional. Dengan bergabung dengan BPN aku bisa share artikel tiap waktu. Bisa mendapat ilmu yang pastinya berguna banget buat aku pribadi maupun untuk blog yang aku kelola. Dan, terbukti adanya. Setelah beberapa bulan bergabung dan kerap blogwalking dengan sesama anggota akhirnya DA dan PA blog naik. Dengan naiknya DA dan PA otomatis traffic blog ikut naik dan pendapatan adsense pun naik drastis.



Itu alasanku bergabung dengan Blogger Perempuan Network, lalu bagaimana alasanmu?


Kamis, 22 November 2018

Dibalik Nama Sinaujawa.com

Kamis, November 22, 2018 5 Comments

Day 3


Alhamdulillah sudah hari ketiga tantangan BPN 30 Day Blog Challenge. Di hari ketiga ini masih semangat menulis lho, meski nulisnya nyolong-nyolong. Yup, nyolong disela mengajar. Tetap halal kan ya, nyolongnya ga berupa barang atau uang. Hehehehe...



Dihari ketiga ini siap untuk nulis dengan tema kenapa blog ini kuberi nama sinaujawa.com. Hmmmm, cerita yang sangat lumayan panjang, tapi tenang akan aku ceritakan tuntas di post kali ini.

Dulu, blog ini masih berdomain blogspot.com belum memiliki domain berbayar yaitu .com. Ketika masih berdomain blogspot.com traffic blog tidak seramai sekarang. Pendapatan dari adsense amat sangat kecil sekali. 

Suatu hari, aku ikut lomba blog di BTIKP Provinsi Jawa Tengah. Disana otomatis ketemu dengan guru blogger. Sharring pengalaman dan ilmu. Banyak sekali ilmu yang kudapat dari lomba blog tersebut. Salah satunya adalah tertarik menambah traffic blog dengan mengubah domain menjadi .com.

Kala itu bingung mau memberi nama apa pada blog ini. Karena 80% isi blog adalah tentang materi pembelajaran bahasa Jawa, maka aku putuskan untuk memberi nama blog ini sinaujawa.com. Blog ini memang semula aku tujukan untuk para murid dan para rekan guru bahasa Jawa yang membutuhkan materi pembelajaran.

Berhasillah aku migrasi dari omahelinna.blogspot.com ke sinaujawa.com. Kala itu perjalanan juga ga begitu mulus, karena dengan migrasi aku harus pamit lagi ke google adsense menjadi akun non hosted. Butuh waktu cukup lama juga buatku untuk mengembalikan traffic. 

Namun, sekarang sinaujawa.com telah bermetamorfosis menjadi blog gado-gado. Blog ini menjadi blog sinau bareng dalam segala hal. Dengan menjadi blog gado-gado, sinaujawa.com memiliki traffic yang lumayan dibanding sebelumnya. 


Rabu, 21 November 2018

5 Tema Blog Yang Aku Sukai

Rabu, November 21, 2018 26 Comments

Day 2 

Tetap semangat pagiiiiiii... Tantangan hari kedua ini masih semangat, iya kan? rasa malas itu memang amat sangat mengganggu aktivitas menulis. Apalagi jika kita memang tak menjadi 100% full time blogger seperti aku.



Hmmmm, banyak sekali yang harus dikerjakan baik di sekolah maupun di rumah. Namun, menjadi seorang blogger adalah sesuatu yang sangaaaat aku syukuri. Seperti yang sudah aku tulis kemarin alasan kenapa aku menulis di blog.


Tema tantangan hari kedua ini adalah apa sich tema blog yang paling disukai? Hmmmm, sebenarnya semua blog memiliki manfaat sendiri buat penulis maupun pembaca. Namun, karena harus memilih, okelah aku akan memilih tema blog apa yang aku sukai.

1. Portal Berita

Tema pertama yang aku sukai adalah portal berita. Kenapa? Karena memang setiap orang butuh informasi yang up to date. Mengunjungi blog dengan tema berita hampir tiap hari ku kunjungi. Dan, karena profesiku sebagai seorang guru, aku kerap sekali mengunjugi blog dengan tema berita seputar pendidikan. 

2. Travelling 

Tema kedua yang kerap kucari adalah travelling dan kuliner. Tiap mau berkunjung ke suatu tempat mesti browsing dulu apa keunikan daerah mulai tempat keren sampai kulinernya. Dan paling demen baca blog dari para blogger traveller

3. Makanan

Tema ketiga yang kusukai adalah blog bertema resep masakan. Ada beberapa blog yang kerap aku kunjungi jika bingung mau masak sesuatu. Sangat terbantu dengan blog yang bertema resep masakan ini bagi seorang ibu yang tak bisa berkreasi dalam memasak seperti aku.

4. Software

Tema keempat adalah blog yang dengan rela membagikan aneka software gratis. Karena profesiku sebagai guru, aku kerap membutuhkan beberapa software untuk membuat media pembelajaran. Dan seneng banget jika dapat software gretongan lengkap dengan tuto dan crack.

5. Gado-gado

Tema kelima yang paling aku sukai dan sekarang menjadi kiblatku menulis adalah tema gado-gado. Yup, menulis dengan satu tema saja memang membutuhkan banyak sekali stok konsep dalam fikiran. Dan dulu, ketika tema blog yang kupunya hanya seputar materi ajar yang membantuku dalam mengajar, jujur amat sulit. Dan karena alasan itulah sekarang, aku tak mau berkiblat dalam satu tema. Lebih enjoy dan leluasa dengan tema gado-gado. Bebas menulis apa yang ingin ditulis.





Selasa, 20 November 2018

Ini Alasanku Kenapa Menulis Blog

Selasa, November 20, 2018 2 Comments
Semangat pagi...Tetap semangat menjalani hari ke-20 di bulan November ini. Ini adalah post pertamaku dalam rangka ikut BPN 30 Day Blog Challenge. Semoga tetap bisa konsisten nulis hingga hari ke-30.



Tema pertama dalam tantangan ini yaitu alasan kenapa sich kok aku menulis di blog? Hmmm... kenapa ya aku suka menulis di blog? Kapan ya aku mulai mengenal blog? Dan apa sich yang kutulis?Penasaran??? Yuk cuzz baca ceritaku!!!

Kapan Aku Mengenal Blog?

Sebagai seorang guru bahasa, ketrampilan menulis memang wajib dimiliki. Dari dulu masih sekolah, hobi banget menulis cerita pendek di buku tulis bahkan dikertas-kertas. Menginjak masa kuliah mulai senang menulis puisi atau geguritan. Hobi menulis ini makin menjadi-jadi ketika aku sudah terjun ke dunia kerja. Dan bersyukur sekali mengenal blog ini.

Pertama kali mengenal blog adalah pada tahun 2012. Ketika itu aku ditugasi oleh instansi tempatku mengajar untuk mengikuti pelatihan pembuatan media pelajaran menggunakan media blog. Duh, happy banget dapat kesempatan menimba ilmu baru. Dalam pelatihan tersebut dilatih bagaimana cara membuat hingga posting artikel ke dalam blog yaitu blogspot. Ilmu yang kudapat memang sekedar membuat dan posting saja tanpa lain-lain. 

Namun, sangat terbantu sekali mengenal media blog ini. Hobi menulis yang selama ini sudah mendarah daging akhirnya mendapatkan tempat. Blog pertama yang kumiliki adalah blog ini dengan alamat omahelinna.blogspot.com. Karena semakin cinta dengan blog, akhirnya browsing tentang apa saja yang bisa dilakukan oleh media ini. Makin tahu cara ganti template, menambah post populer, label, dan masih banyak lagi. 

Apa Sich yang Kutulis?

Tulisan pertamaku mengenai materi pelajaran yang kuampu. Dan masih konsisten hingga beberapa tahun. Hingga makin penasaran bagaimana caranya mengoptimalisasi blog ini. Blog ini kemudian migrasi ke sinaujawa.com dengan tema yang kutulis memang kebanyakan adalah materi pembelajaran. Agar blog ini makin banyak yang melirik, akhirnya aku mulai sedikit meninggalkan tema blog pembelajaran dan beralih menjadi blog gado-gado. 

Alasan Menulis Blog

Semangat menulis blog makin menggebu meski hanya di waktu luang saja. Aku memang bukan 100% blogger karena aktivitas utamaku sebagai guru. Aku menulis blog di sela mengajar dan ketika si kecil terlelap dalam tidur.

Menulis melalui blog itu bagaikan menemukan tempat berbagi rasa. Blog adalah salah satu tempat mencurahkan hati yang berharga buatku di era digital ini. Menulis apa yang kuketahui, berbagi informasi, dan memamerkan karyaku.