Rabu, 12 September 2018

Pantai Idola Pati Destinasi Wisata Keluarga Zaman Now

Rabu, September 12, 2018 0 Comments
Apa sich yang kalian cari ketika liburan? Jika kita diberi pertanyaan seperti itu, pasti jawabnya bermacam-macam. Mulai dari mencari hiburan ditengah padatnya kesibukan, hingga alasan berburu spot untuk foto selfie. Betul tidak? 

Kegiatan liburan generasi kekinian ini turut mempengaruhi tempat-tempat wisata. Tempat-tempat wisata turut berlomba-lomba mempercantik diri agar mendukung gaya hidup generasi kekinian ini. Pengelola tempat wisata mempercantik diri dengan penambahan pojok-pojok selfie dan sarana pendukung lainnya.

Alasan tersebut yang mendorong pengelola wisata di Kabupaten Pati mengelola potensi daerahnya menjadi destinasi wisata bagi warga. Agrowisata Jollong, Gunung Rawa, dan Lorotan Semar adalah 3 (tiga) dari banyaknya tempat yang Kabupaten Pati kelola dan menyulapnya menjadi destinasi wisata kekinian bagi warga sekitar.

Seperti yang kita ketahui bahwa Kabupaten Pati berbatasan langsung dengan laut Jawa. Beberapa wilayahnya memiliki pantai termasuk di Desa Banyutowo. Desa Banyutowo berada di wilayah Kecamatan Dukuhseti. Desa Banyutowo sudah tak asing bagi para wisatawan lokal. Tempat kelahiran penyanyi Soimah ini tiap akhir pekan ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal untuk sekedar mencari hawa sejuk dari angin laut. Bahkan, tiap siang di TPI ramai dikunjungi warga untuk melihat suasana pelelangan ikan.

Melihat potensi wisata di Desa Banyutowo, baru-baru ini warga melakukan pemugaran pantai di sebelah utara TPI. Pantai tersebut disulap oleh warga menjadi destinasi wisata baru. Pantai tersebut diberi nama “Pantai Idola”.

Selain menikmati hawa sejuk angin laut dan bermain di pantai, tempat wisata ini dilengkapi dengan berbagai sarana kekinian penunjang wisatawan zaman now yang tak bisa lepas dari gadget. Meski terbilang baru, Pantai Idola patut direkomendasikan menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Pati yang patut dikunjungi.

Lalu apa saja sich fasilitas kekinian yang ditawarkan oleh Pantai Idola ini?

1. Tambak Ikan

Dari jalan masuk, kita disuguhi oleh hamparan tambak ikan di samping kanan dan kiri. Semula, pantai Idola merupakan kawasan tambak ikan milik warga sekitar. Dengan dibukanya pantai Idola sebagai destinasi wisata, pengelola tetap mempertahankan tambak-tambak ikan milik warga sebagai salah satu objek wisata yang bisa dinikmati oleh wisatawan. Pengunjung bisa melihat tingkah ikan-ikan ketika diberi makan. Pengunjung pun bisa membantu pemilik tambak untuk sekedar memberi makan ikan.


2. Payung Gantung

Setelah menikmati tambak ikan di jalan masuk pantai, pengelola juga menambahkan hiasan berupa payung gantung yang bisa dipergunakan oleh para pengunjung untuk berfoto.


3. Jembatan Mangrove

Disinilah tempat kece yang cocok untuk pecinta selfie. Pohon-pohon mangrove sebagai penangkal abrasi pantai ini disulap oleh pengelola menjadi tempat yang asyik untuk beristirahat sembari foto-foto. Dengan berbahan dasar bambu, pengelola membuat jembatan berkelok dan dibeberapa sudut dibuat gazebo dari bambu untuk tempat para pengunjung beristirahat.


4. Wahana Bebek Air

Tempat berikutnya adalah wahana bebek air. Dengan mengeluarkan uang sebesar Rp 15.000,-, pengunjung dapat menikmati satu perahu bebek air untuk berkeliling di kolam bekas tambak ikan selama kurang lebih 15 menit. Kolam tempat wahana bebek air ini cukup luas lho. Sekali memutar kolam, waktu 15 menit pun terasa sebentar. Di tengah-tengah kolam terdapat spot untuk berfoto selfie mengabadikan momen ketika bermain perahu bebek.


5. Gardu Pandang

Gardu pandang yang ditawarkan oleh pantai Idola ini terbuat dari bambu. Disini juga menjadi favorit pengunjung untuk mengabadikan momen indah. 


6.     Ayunan

Terdapat beberapa ayunan yang bisa dimanfaatkan oleh pengunjung untuk menikmati suasana pantai dan laut. Ayunan ini juga menjadi salah satu favorit pengunjung untuk berfoto selfie lho. Kurang lebih ada tiga buah ayunan yang tersebar di pantai idola.



7. Fasilitas umum 

Bagi wisatawan, fasilitas umum seperti toilet, tempat ibadah, dan tempat makan adalah yang terpenting. Tenang, semua tersedia di pantai Idola. Tempat makan favorit pengunjung pun ada beberapa titik. Ada rumah makan apung dengan menu seafood, ada juga beberapa lapak penjual aneka makanan ringan.

Bagaimana, makin penasaran dengan destinasi wisata baru di Kabupaten Pati ini? Buruan yuk datang ke pantai Idola! Akses masuk ke pantai mudah. Tak perlu takut tersesat, karena ada beberapa penunjuk arah menuju pantai di jalan raya lho. Mari ajak keluarga, sahabat, teman, kerabat, dan kolega ke pantai Idola!!! Selamat Berlibur Ke Pantai.



Selasa, 28 Agustus 2018

Mie Gimo, Mie Jawa Legendaris dari Kabupaten Pati

Selasa, Agustus 28, 2018 0 Comments
Assalamu'alaikum.... Semangat pagi.. Auranya pada hepi ya, karena kita di ajang Asian Games sudah melampaui target perolehan emas. Selamat buat bangsa Indonesia terutama pahlawan olahraga kita. Tetap semangat ya... Gitu dong kita harus tetap bersatu. Kita kan Indonesia.



Kita tinggalkan dulu kegembiraan memperoleh emas di ajang Asian Games. Kali ini mau cerita tentang kuliner enak di Kabupaten Pati yang merupakan kota kelahiran tercinta. Di Kabupaten Pati terdapat salah satu desa santri yaitu Kajen. Kajen merupakan desa yang sebagian penduduknya merupakan santri dari berbagai daerah. Kajen memiliki pondok yang banyak. Di Kajen terdapat makam KH. Ahmad Mutamakim yang tiap harinya selalu ramai didatangi peziarah dari berbagai daerah. 

Salah satu yang menarik dari desa Kajen adalah kuliner mie jawa. Penjual mie jawa di Kajen ada 3 tempat salah satunya adalah Mie Gimo. Warung Mie Gimo ini terletak di jalan raya Sekarjalak Kajen. Warung ini tak pernah sepi pengunjung. Mie Gimo ini merupakan kuliner berbahan dasar mie yang dimasak di atas tungku arang. 




Mie Jawa racikan Pak Gimo ini memiliki cita rasa yang gurih manis. Dengan taburan ayam suir dan sayur kol dan tomat segar menambah nikmat mie Gimo ini. Dengan ditemani tahu goreng, sajian mie Gimo makin menambah selera makan.



Mie Gimo ini tergolong kuliner yang murah meriah. Dengan harga Rp 10.000,-an kita sudah menikmati lezatnya mie Jawa ini beserta minumannya. Murah bukan? Luangkan waktu sebentar untuk mampir ke mie Gimo ini jikalau berziarah ke makam KH. Ahmad Mutamakim atau kebetulan berada di Pati. 


Kamis, 23 Agustus 2018

Merdeka di Era Digital Itu ....

Kamis, Agustus 23, 2018 0 Comments
Merdekaaaaa.....

Selamat ulang tahun negaraku tercinta Indonesia. Semoga diumur yang ke-73 tahun negara kita akan lebih merdeka lagi. Merdeka dalam segala bidang kehidupan. Meski diperayaan ulang tahun ke-73 ini kita dirundung duka yaitu bencana gempa bumi yang menimpa saudara kita di Lombok. Namun, semangat menyambut HUT RI tetap membara kan? Mari turut mendoakan saudara kita agar tabah menghadapi ujian dari sang pencipta. Semoga musibah yang dialami ini dapat segera berakhir. AMIN.



Kita tinggalkan sejenak kesedihan, mari tetap tersenyum menyambut hari kemerdekaan Indonesia yang ke-73 tahun. Apalagi kini kita kedatangan tamu dari penjuru benua Asia melalui pesta olahraga Asian Games. 

Berbicara tentang kemerdekaan, sedari kecil memang selalu kunanti. Dari mulai kemeriahan upacara bendera, karnaval, hingga perlombaan memperingati kemerdekaan. Tahun ini kesemuanya Alhamdulillah menikmati. Upacara bendera wajiblah ya hukumnya bagi pegawai negeri seperti aku, jadi otomatis tiap tahun tak pernah absen ikut upacara bendera. Tak pernah juga tertinggal menikmati kekompakan dari pasukan paskibraka di tempatku mengikuti upacara. Karnaval tahun ini pun menikmati meskipun tak melihat langsung, namun turut andil dalam membantu menghias truk yang digunakan untuk pawai. Kekompakan dan semangat nasionalisme itulah yang selalu membuatku kangen. Tiap menginjak tanggal 17 Agustus semarak kemerdekaan sudah amat terasa. Dari berkibarnya bendera merah putih di tiap rumah hingga suasana malam tirakatan menjelang 17 Agustus.



Tak lupa juga kemeriahan perlombaan dari makan kerupuk, kelereng, balap karung, panjat pinang tak pernah membuat bosan. Tiap tahun pasti perlombaan rakyat tersebut tak pernah absen diadakan. Bahkan, kekreatifan panitia yang notabene adalah pemuda zaman now telah menginovasi berbagai perlombaan rakyat tersebut menjadi lebih menghibur.

Lalu apa sih makna kemerdekaan di era digital itu?

Merdeka adalah bebas. Kita terbebas dari kekangan penjajahan Belanda berpuluh-puluh tahun lamanya. Namun, pernahkah kita berpikir bahwa apakah kita benar-benar sudah merdeka? Mungkin betul bahwa kita sudah merdeka dari penjajah, akan tetapi kita belum merdeka secara seutuhnya.

Kita masih dijajah oleh bangsa lain. Mulai dari hal terkecil yang kita pakai hingga hal besar kita masih bergantung pada bangsa lain. Aku pun menyadari itu. Smartphone yang kupegang tiap hari ini bukanlah karya anak bangsa. Televisi yang memberi anak-anakku suguhan kartun pun merk buatan bangsa lain. Motor yang kutumpangi tiap hari juga bukan buatan anak negeri. Mobil di rumah juga hasil karya bangsa lain. Jadi, kita ini sebenarnya belum merdeka.

Sumber daya alam dan manusia Indonesia sebenarnya tak kalah dengan bangsa lain. Semoga kedepannya kita benar-benar seutuhnya bisa merdeka. Minimal apa yang kita pakai tiap hari adalah hasil jerih payah karya anak bangsa. 

Jadi, pendapatku merdeka di era digital itu .....

1. Merdeka Berpendapat

Negara kita merupakan negara demokrasi. Jadi, memiliki kebebasan untuk berpendapat.  Kemerdekaan berpendapat di era digital ini makin mudah. Kita sebagai masyarakat bisa meluapkan isi pikiran melalui media sosial.  Dengan share status di media sosial kita bisa bebas beropini, mengkritisi,  dan memberi saran. 



Namun, sebagai generasi yang cerdas, kita juga harus tetap mengedepankan etika dalam penyampaian pendapat.  Dari segi penggunaan bahasa dan isi muatan pendapat kita tidak menjurus ke unsur SARA yang sangat sensitif. 

2. Merdeka Berinovasi 

Inovasi merupakan hal wajib bagi kita. Tanpa adanya inovasi, niscaya di era digital ini kita akan makin tertinggal jauh.  Inovasi dapat dilakukan dalam segala bidang kehidupan.  

Sebagai contoh adalah dalam dunia pendidikan. Saya yang merupakan seorang guru harus mampu berinovasi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi dan komunikasi agar tak ketinggalan zaman.  Murid zaman now merupakan generasi digital yang menggunakan separuh waktunya untuk berinteraksi di dunia Maya. Jadi, tanpa adanya inovasi dalam pembelajaran, niscaya aku akan kalah jauh dari muridku.  Lalu inovasi apa saja yang sudah kukerjakan?



Salah satu inovasi yang kukerjakan adalah membuat media pembelajaran yang interaktif. Menggunakan sarana blog untuk memberikan sumber belajar bagi murid selain buku, dan masih banyak lagi. Ayo kawan, apapun bidangmu tetaplah berinovasi. 

3. Merdeka dari barang impor

Mungkin inilah hal yang tersulit. Di era digital ini, masuknya barang impor pun makin mudah. Melalui belanja online pun kita dapat membeli barang buatan luar negeri. Namun, meski seperti itu kita tetap harus mencoba untuk terbebas dari barang-barang impor.  Memulai dengan mencintai produk anak negeri. Dengan membeli produk karya anak negeri, kita juga akan membantu perekonomian Indonesia. 

Contoh barang impor yang belum bisa kita tinggalkan adalah smartphone, motor, dan mobil. Motor yang merupakan moda transportasi yang paling banyak digunakan masyarakat Indonesia selama ini adalah produk buatan negeri sakura yaitu Jepang. Di jalan Raya seluruh Indonesia, motor-motor yang berlalu lalang merupakan hasil karya dari negera Jepang. Mungkin kita bisa merakit dan mendesain karena Indonesia memiliki SDM yang tak kalah dengan negara lain. Akan tetapi kita belum mampu memproduksi sendiri karena kendala pembiayaan.



Berbicara tentang motor aku jadi teringat dengan moladin. Moladin merupakan website penjualan motor yang menurutku terlengkap di Indonesia. Moladin melayani pembelian motor secara online dengan mudah, cepat, dan nggak perlu ribet.

Moladin menawarkan pembelian secara online hanya dengan cukup klik dan klik. Kita cukup membuka aplikasi atau website moladin, lalu pilih motor yang kita sukai, kemudian tunggu CS menghubungi, dan selesaikan pembayaran. Mudahkan?

Moladin juga menawarkan pembayaran dengan sistem cicilan atau kredit lho. Bagi yang memiliki tabungan yang pas-pasan, moladin membantu dengan penawaran kredit dengan cara yang mudah dan tidak ribet.



Moladin ini menjadi salah satu platform online yang menawarkan kita kemerdekaan berbelanja. Moga di masa yang akan datang nanti, moladin tak hanya membantu biker mendapatkan motor impiannya, namun juga menjadi salah satu partner bagi kemajuan industri otomotif Indonesia.

Merdeka merupakan suatu hal yang mutlak di era digital ini. Tak ada lagi kata pengekangan. Marilah, di umur yang ke-73 tahun ini, kita bersatu. Menjunjung keberagaman. Pilihan boleh berbeda, tapi kita tetap satu Indonesia. Cerdaslah memanfaatkan kemerdekaan di era digital dengan menjadi warga yang menjunjung tinggi persatuan. MERDEKAAAAA... 






Senin, 06 Agustus 2018

ABANG (2)

Senin, Agustus 06, 2018 2 Comments
Seluruh kelas menyoraki kami berdua. Bia kali ini tidak menggubris bu Tian dan sorakan dari teman-teman. Bia masih terpesona dengan cowok ganteng di kantin tadi. Kebengongan Bia tersebut sontak membuatku heran. Bia sosok yang renyah kaya krupuk tiba-tiba menjadi seperti orang kena sawan. Diajak ngomong ngalor-ngidul nggak nyambung sama sekali. Ditanya A jawabnya Z. Benar-benar seperti bukan Bia.



"Kamu kenapa sich Bi?" tanyaku heran
"Ya Allah Ebi... Dia ganteng banget."
"Siapa?"
"Cowok yang di kantin tadi."
"Ooooo..."
"Kok cuma Oooo?"
"Eeeeee..."
"Ebiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiiii." teriak Bia gemas mengejar aku. Ketika aku lari dari kejaran Bia tersebut, tiba-tiba tak sengaja aku menabrak dia. Yup Dia... Dia adalah lelaki yang kukagumi. Seorang cowok yang terbingkai rapi dalam hatiku.

"Upsss... Sorry." kataku. Dia tak menjawab perkataan maafku. Dia hanya tersenyum dan berlalu. Seperti itulah dia. Dia tak pernah berubah sejak dari dulu. Sejak pertama kali kami bertemu ketika bangku SMP. Dia berlalu meninggalkanku menghampiri seseorang. Dia menghampiri si cowok ganteng yang kutemui di kantin tadi pagi.

Mereka berdua berlalu meninggalkan sekolah. Aku jadi penasaran. Siapa cowok tersebut? Kenapa cowok tersebut rela menunggunya hingga berjam-jam lamanya? Banyak pertanyaan menghampiriku.
"Kena kau!" teriak Bia
"Hemmmmmmmmm."
"Kok cuma hemmmm."
"Eh, tuch cowok ganteng idola kamu jalan bareng sama....."
"Sama siapa?" 
"RAHASIAAAAA."

Candaan kami lanjutkan sembari melanjutkan perjalanan pulang. Kami pisah di halte bus. Aku ke arah utara, Bia ke arah Timur. Ketika duduk dalam bus, tanpa kusadari dia tiba-tiba duduk disampingku.

"Hai." sapanya
"Hai." jawabku kaget
"Kaget ya, kok tiba-tiba aku naik dari halte daerah ini."
"Ah... Nggak juga."
"Aku tadi pergi dengan kakakku."
"Kakak?" tanyaku heran karena sepengetahuanku dia nggak memiliki kakak.
"Dia kakak kandungku. Namanya Fajar. Lama kami tak bertemu. Dia kuliah di Semarang."
"Kenapa kamu cerita ke aku?"
"Karena kamu orang yang penting buat aku."

Kata terakhir tersebut membuatku gemetar. Tak sempat melanjutkan pertanyaan, dia sudah turun dari bus meninggalkanku yang masih heran. 

"Aku penting baginya? Sejak kapan?" 

Sejak pertemuan kami sepulang sekolah tadi, aku makin baper. Perkataannya sukses membuatku malam ini tak bisa tidur. Rasanya hati ini menginginkan agar rembulan mengambek dan minta tolong matahari untuk cepetan mengganti tugasnya. Malam ini seperti lamaaa sekali. Aku benar-benar tak bisa memejamkan mata dengan tenang. 

**

Hari ini, dua hari sejak kejadian di bus, aku masih setia menunggunya di depan kelas saat jam istirahat. Namun, dia tak kunjung lewat.
"Apa dia nggak masuk sekolah lagi ya?" gumamku.
Aku mencoba memberanikan diri menuju kelasnya. Di sana ada beberapa teman perempuan yang sedang asyik ngerumpi.
"Sorry ganggu. Boleh nanya?" tanyaku. Mereka pun mengangguk.
"Mmmmm, Reno ada?"
"Oooo... Reno dua hari ijin. Dia nggak masuk sekolah."
"Ijin? Hmmmm, OK makasih ea."
Aku kemudian berlalu. Dalam hati terus bergumam. Semakin penasaran lah hati ini. Kata teman-temannya, dia ijin karena pergi. Lalu pergi kemana?

Ketika pulang sekolah aku melihat cowok ganteng dua hari yang lalu. Menurut pengakuan Reno, dia adalah kakaknya. Laki-laki tersebut baru menemui Pak Ahmad wali kelas Reno. Aku jadi makin penasaran. Ada apa dengan Reno? Kuberanikan diri untuk menghampiri laki-laki itu. Namun, tak kusangka lelaki itu justru menghampiriku. Aku jadi salah tingkah.

"Kamu Abang?" tanyanya
"Eh... iya."

Kemudian lelaki itu mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya. Kupandangi sesaat wajah lelaki itu. Iya, dia memang mirip dengan Reno. Terutama hidungnya. Mereka berdua sama-sama mancung.

"Ini ada surat  dari Reno. Tolong dibuka nanti saja ya, tepat di hari ulang tahunmu."
"Kok gitu?" tanyaku heran
"Pesan Reno seperti itu."
"Lalu, dimana Reno?"
"Kami mengajaknya ke Bandung. Jadi mulai hari ini dia sudah resmi pindah sekolah."
"APAAAAA?"

Kakak Reno justru meninggalkanku dalam kondisi shock. Aku berdiri mematung. Kakiku kaku. Hatiku patah berkeping-keping. Ingin menangis, tapi air mata ini seperti tak mau keluar. Aku benar-benar kaget.


Bersambung lagi yaaaa...... Nantikan kelanjutannya...





Rabu, 25 Juli 2018

ABANG (1)

Rabu, Juli 25, 2018 2 Comments
Abang namaku. Abang bukan merupakan panggilan untuk seorang laki-laki. Abang berasal dari bahasa Jawa yang memiliki arti merah. Merah merupakan simbol keberanian. Mungkin itulah alasan kenapa orang tuaku memberi nama Abang. Mereka berharap aku memiliki keberanian seperti makna dari namaku.

Pagi itu suasana tak seperti biasa. Udara serasa menusuk tulang-tulangku ini. Suara adzan Subuh menguatkanku untuk beranjak dari tempat tidur. Betul, di dunia ini hanya Allah penenang hatiku. Jadi tak akan kulewatkan sedetik pun waktuku untuk mengadu pada-Nya. 

Air membasahi tiap bagian tubuhku. Dingin.... Suasana Subuh itu begitu tenang seperti biasanya. Adikku masih terlelap dalam tidurnya. Ayahku pun masih dalam mimpi indahnya. Mungkin ayah sedang bertemu ibu dalam mimpinya. Setelah kulirik satu per satu orang-orang yang kusayang, aku melanjutkan langkahku untuk sholat Subuh.



Dalam tiap doaku, aku memohon agar Allah menguatkan langkahku. Menjaga ayah dan adikku. Alhamdulillah, Allah sayang dengan kami. Diusiaku yang ke-16 tahun, ibu tempatku bermanja Dia panggil. Nikmat penyakit kanker payudara yang diberikan Allah kepada ibulah yang membuat kami sekarang hidup bertiga.

"Abaaaang." lamunanku buyar mendengar teriakan ayah
"Iya yah. " Bergegas aku menghampiri ayahku. Ternyata lelaki separuh baya yang berprofesi sebagai sopir itu sudah berada di dapur menanak nasi untuk kami. 
"Abang, setelah mandi, ayah akan berangkat. Nasi sudah ayah tanak di magic com, kamu tinggal beli sayur di warung depan."
"Oke yah.."
"Oya, jangan lupa si Ageng dibangunin."

Begitulah rutinitasku tiap pagi setelah ibu meninggal dunia. Pagi setelah ayah kerja, aku dan Ageng adikku pergi ke sekolah

**

Matahari mulai tersenyum menyambut siswa SMA Negeri 1 Makmur. Pak Paijo satpam SMA pun sudah pasang muka syerem. Sesekali melotot dan memainkan kumisnya yang tebal dan panjang. Ingat Pak Raden? Nah, seperti itulah Pak Bejo. Namun, beliau kurus seperti artis Doyok. Galak sih, tapi jika sudah marah, kami terkadang menahan tawa karena gesture beliau yang lucu.

"Pagi Pak Bejo." Sapaku
"Pagi." Jawaban Pak Bejo selalu singkat

Dari kejauhan terdengar nyaring suara merdu itu. Suara renyah teman sebangkuku. Bia namanya. Dia teman sebangkuku. Tubuhnya padat berisi. Dia lincah seperti kelinci. Melompat kesana kemari dengan tubuhnya yang gembul. Dia mengibaratkan dirinya sebagai tempat sampahku. Yup, dirinyalah tempatku membuang segala uneg-unegku. Dari cerita senang hingga susah kuceritakan padanya. Dia orang lain pertama yang paling kupercaya. Meski dengan sifat yang blak-blakan cenderung cuek, Bia bagiku sosok saudara, sahabat, dan kakak yang baik.

"Woi, siaran mulu pagi-pagi!" aku mengagetkan Bia.
"Ebi sayang, kalau Bia pagi-pagi nggak ngoceh, nanti seluruh penghuni SMA ini pada gelisah."
"Iya deh.. Percaya."
"Eh... Ebi, dah ngerjain PR kan? Nyontek dunk?"
"Wuuuuu.... kerjaan nyontek aja lu gedhein." Begitulah kami berdua. Blak-blakan dan saling melengkapi.

Bel tanda masuk berbunyi. Jam pertama adalah pelajaran matematika. Kalau kata teman-teman SMA ini, pelajaran matimatian. Gimana nggak, tiap jam pelajaran matematika, Pak Beni ini selalu memberi tugas yang jumlahnya ngalahin antrian BPJS di rumah sakit. Istilah keren dari kami para siswanya adalah SGT atau Suwek Garap Tumpuk, dalam bahasa Indonesia artinya sobek kerjakan kumpulkan.

"Anak-anak, kerjakan uji kompetensi 5 halaman 107 buku paket!" teriak Pak Beni
"Berapa nomor pak?"
"SEMUA."
"Haaaaaaaaa.... 55 nomor?!!!!" teriak kami satu kelas.

Dua jam pelajaran tak cukup buat kami mengerjakan 55 nomor. Pak Beni memerintahkan kami mengumpulkan tugas semampunya. Hari ini kemampuanku mengasah otak dan menghitung angka cukup 30 nomor saja. Dan efeknya, jari-jari lentikku ini merindukan pijatan tiap kali selesai jam pelajaran matematika. CAPEEEEEEK!!!

"Ebi... aku ngantuk berat nich, beli minuman yuk ke kantin!" ajak Bia
"Belum istirahat Bia."
"Bentar aja kok. Lagian Bu Tian pasti telat masuknya."

Kami berdua diam-diam pergi ke kantin sekolah. Di kantin cukup sepi, karena memang belum saatnya jam istirahat. Kami membeli minuman kaleng. Tiba-tiba....... GUBRAAAAAAK. Seketika kami yang berada di kantin menoleh mencari sumber suara mengagetkan tersebut. Tumpukan kardus mie instan kocar-kacir karena ditendang oleh seorang cowok yang tak kukenal. Dia juga tak berseragam SMA. Kalau diperhatikan dia seorang mahasiswa.

"Ya Allah.... Gantengnya." Teriak Bia spontan

Teriakan Bia tersebut membuat seisi kantin tersenyum. Kuakui sih, pemuda tersebut memang ganteng. Dengan kulit putih, hidung mancung, dan tubuh tegap, pantaslah jika dia mendapatkan kategori ganteng.

"Maaf Bu." pemuda tersebut minta maaf sama Mbak Mi. Mbak Mi adalah pemilik kantin.
"Nggak apa-apa mas. Cuma kardus saja, bisa dibereskan lagi."
"Terima kasih Bu."
"Udah, jangan panggil Bu. Panggil saja Mbak Mi." goda Mbak Mi. Pemuda tersebut tersenyum.
"Mas ganteng mau pesan apa?" lanjut Mbak Mi
"Es teh tawar Mbak."
"Ok, tunggu ya."

Mbak Mi berlalu. Pemuda tersebut duduk di bangku paling pojok. Bia masih dengan kekagumannya. Masih melongo melihat kegantengan si cowok itu.

"Woiiii!!!" Teriakku
"Apaan sich?"
"Buruan ayoooo ke kelas!"

Bergegas kami kembali ke kelas. Duuuuuch, APES. Bu Tian dengan wajah merah menahan marah sudah menyambut kami. Kami spontan merunduk.

"Darimana kalian?!" tanya bu Tian galak.
"Dari belakang buuu." jawabku
"Dari belakang mana?"
"Hmmmmmm....."
"Kantin?"
"Iiiiiiya bu."
"Ok.. Kalian tahu ini belum saatnya jam istirahat. Kalau hanya sekedar haus, kalian kan bisa bawa minuman dari rumah."
"Iya bu, kami salah."
"Sudah, kali ini bu Tian maafkan. Sana masuk kelas!"

Seluruh kelas menyoraki kami berdua. Bia kali ini tak menggubris bu Tian dan sorakan teman-teman. Bia masih terpesona dengan cowok ganteng di kantin tadi.




Penasaran dengan kelanjutan cerita Abang (Ebi) kan? Pasti pada bertanya-tanya siapa pemuda di kantin tersebut? Tunggu ceritanya Rabu depan ya...




Selasa, 17 Juli 2018

Sebulan Lagi, Lomba Blog Pendidikan Keluarga Ditutup

Selasa, Juli 17, 2018 2 Comments

Assalamu'alaikum semuaa... Semangat pagi untuk kita semua.. Sudah punya list lomba blog untuk bulan Juli dan Agustus? Belum? Lomba blog pendidikan keluarga cocok nich ditambahkan dalam list kita.



Lomba blog pendidikan keluarga akan ditutup pada tanggal 14 Agustus 2018. Total hadiah yang akan diperebutkan sebesar 46 juta rupiah. Lumayan kan, buruan yuk ikut! Berikut ketentuan dan prosedur lomba blog pendidikan keluarga.

Ketentuan Lomba

  1. Peserta adalah warga negara Indonesia (WNI);
  2. Setiap peserta wajib menulis artikel dengan tema "Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian" di blog masing-masing;
  3. Blog yang dilombakan mencantumkan tanda tagar (#) #sahabatkeluarga di akhir tulisan;
  4. Menyertakan minimal satu judul berikut hyperlink/ tautan dari laman sahabatkeluarga.kemdikbud.go.id;
  5. Peserta dapat mengikuti lebih dari satu tulisan;
  6. Tidak mengandung SARA dan pornografi;
  7. Blog yang dilombakan dipublikasikan pada tanggal 1 Maret - 14 Agustus 2018;
  8. Keputusan juri bersifat mutlak dan tidak boleh diganggu gugat.


Baca juga: Menjadi Keluarga di Era Kekinian 


Prosedur

  1. Tulisan merupakan hasil karya sendiri dan dipublikasikan pada blog pribadi pada tanggal 1 Maret - 14 Agustus 2018;
  2. Tulisan diterima panitia paling lambat 14 Agustus 2018;
  3. Peserta mengirimkan tulisan melalui email lombablog.keluarga@kemdikbud.go.id dengan melampirkan:
  • Print screen tulisan di blog;
  • Link blog;
  • Identitas pengirim sesuai KTP;
  • Salinan/ Scan KTP/SIM.


Baca juga: Pelibatan Keluarga pada Penyelenggaraan Pendidikan di Era Kekinian: Keluarga Terlibat untuk Sekolah Hebat


Pengumuman Pemenang

  1. Pemenang akan diumumkan pada tanggal 8 September 2018;
  2. Hadiah akan diberikan pada kegiatan Apresiasi Pendidikan Keluarga pada bulan Oktober 2018.

Buruan ikut yuk, untuk lebih jelasnya silahkan kunjungi laman sahabat keluarga. Semoga menjadi salah satu pemenangnya ya... Amiin





Senin, 16 Juli 2018

Hari Pertama Masuk Sekolah Dasar untuk Anakku Arsakha

Senin, Juli 16, 2018 0 Comments
Tepat hari ini yaitu Senin, 16 Juli 2018 anak sulungku masuk sekolah dasar. Alhamdulillah kata papa, mas kaka tidak rewel masuk pertama kali. Sebenarnya, hari ini ada kesedihan mendalam untukku. Lho kenapa sedih? 

Ketika anak sulungku butuh pendampinganku ketika masuk pertama kali, aku terikat dengan kewajiban untuk menyambut anak-anak yang juga perlu pendampingan pertama bagi orang tua.  Maklum, mamanya ini punya tugas sebagai pendidik alias guru.



Alhamdulillah meski hanya diantar oleh papa, si mas kaka tetap senang dan tanpa acara mogok. Dahulu, ketika masih TK ada drama nangis menangis kalau tidak mama yang mengantar. Alhamdulillah, anakku sudah besar. Anakku sudah paham apa pekerjaan orang tuanya. Jadi, dia maklum jika pertama menginjak kaki di SD tanpa diantar oleh sang mama.



Alhamdulillah, melalui group parenting kelas yaitu whatsApp wali murid dan wali kelas, aku masih bisa melihat keseruan si sulung ketika menerima pengarahan "Pengenalan Lingkungan Sekolah" oleh para guru.



Bahagia sekali melihat anakku yang dahulu masih bayi, sekarang sudah berumur 6 tahun dan menginjakkan kaki ke jenjang yang lebih tinggi. Jadi anak yang soleh dan pintar ya mas... Semoga di awal masuk SD ini menjadi permulaan engkau meraih mimpi tinggimu. Amin...

Baca juga : Adat Selapanan Bayi





Rabu, 11 Juli 2018

Cilok Rumahan Murah, Enak, dan Bergizi

Rabu, Juli 11, 2018 2 Comments
Assalamu'alaikum.. Ketika berkumpul dengan keluarga, hal yang paling sering dilakukan adalah saling bercerita alias curhat sembari ngemil. Betul tidak? Nah, camilan yang kerap kusajikan ketika berkumpul dengan suami dan anak-anak adalah gorengan. Suamiku paling hobi makan gorengan terutama bakwan. Bahkan, hobi makan bakwan tersebut kini turun ke anak-anak kami. Mereka juga senang makan bakwan. Jadi, sang mama ini kalau masak harus ada gorengan bakwan sayur.

Namun, kali ini sang suami tercinta request menu camilan lain. Suamiku pengin makan cilok. Wuaduuuh cilok? Putar otak lah, soalnya belum pernah bikin camilan satu ini. Akhirnya tanya dech dengan si mbah yang tahu segalanya. Yup, aku tanya mbah google. Setelah resep kusimpan, mulai eksekusi. Kebetulan semua bahan tersedia didapur, kecuali tepung sagu. Si suami tercinta dengan senang hati pun pergi untuk membeli si tepung. Mulai dech bikin cilok ala mama Linna. Apa saja bahannya? 

Bahan Cilok

  • Tepung terigu (aku pakai 5 sendok makan);
  • Tepung sagu (aku pakai sagu tani, 5 sendok makan);
  • air hangat

Bumbu Cilok

  • Merica
  • Bawang putih (aku pakai 2 siung)
  • Daun bawang
 

Cara Membuat

1. Hal pertama yang perlu dilakukan adalah menguleg bawang putih, merica, dan garam secukupnya sampai halus;

2. Campur jadi satu tepung terigu dan sagu ke satu tempat;


3. Beri bumbu halus ke campuran tepung;


4. Tuang air hangat sedikit-sedikit sambil diuleni, hingga seperti gambar;


5. Bulat-bulat sesuai selera;



6. Rebus cilok hingga melayang;



7. Angkat dan tiriskan;




Cilok rumahan siap disantap menemani hari keluarga. Cocok sekali disajikan dengan segelas wedang markisa atau teh. Semoga cilok rumahan murah, enak, dan bergizi ini cocok menemani hari keluarga anda. Cilok ini rasanya tidak kalah sama abang-abang yang jual di jalan lho.. Sajikan dengan kecap saja sudah enak. Selamat mencoba dan menikmati. 




Selasa, 03 Juli 2018

Selamat Ulang Tahun yang ke-15 Google Adsense

Selasa, Juli 03, 2018 0 Comments
Tengah malam ini tiba-tiba terbangun dari mimpi indah. Cuz sholat terus kulanjutkan buka laptop. Laman pertama yang kubuka adalah Blogger dan google adsense. Tahukah anda, ada yang menarik di laman adsense lho?



Bukan nominal pendapatan yang membuat mata indahku ini tertarik. Namun, sebuah balon melayang di pojok kiri atas laman google adsense. Gambar tersebut sekaligus memberitahuku bahwa adsense sedang merayakan sesuatu. Merayakan apa?

Yup, tebakan anda semua benar sekali, adsense merayakan ulang tahun ke-15 tahun. Setelah kita klik gambar tersebut, akan ada video tentang perjalanan 15 tahun adsense. Masih muda ya? Namun, sudah banyak membantu banyak orang mewujudkan mimpi. Semoga aku adalah salah satunya.. Amin

Berbicara perjalanan adsense yang sudah 15 tahun, aku mau bercerita tentang pertemuanku dengan adsense. Kapan mengenal adsense? Sudah pernah merasakan manfaat adsense belum? Dan pengalaman lainnya.

Kapan aku mengenal adsense?

Sudah hampir tiga tahun aku menggunakan adsense untuk menayangkan iklanku. Aku mengenal adsense ketika bergabung dengan salah satu komunitas di G+. Dari situ banyak ilmu masuk. Ilmu dari dunia blog. Termasuk cara bagaimana memonetisasi blog agar bisa menghasilkan uang.

Dan alhamdulillah, meskipun sudah bertahun-tahun bersama adsense, belum pernah sekalipun pay out. Namun, hal itu tak membuatku malas untuk tetap ngeblog. Kenapa kok belum pay out? Jawabannya adalah karena ngeblog hanyalah hobi disela pekerjaan utama sebagai ibu rumah tangga dan guru. 

Baca ini: iklan adsense kembali setelah blog full approve


Sudah pernahkah merasakan manfaat adsense?

Banyak sekali manfaat yang kudapat semenjak mengenal adsense. Salah satunya adalah termotivasi untuk memperbaiki konten dan laman blog agar banyak pengunjung datang serta meninggalkan komentar.

Sedikit-sedikit blog yang kubangun mulai bergeliat. Aku mulai paham bagaimana cara mengganti template, menulis konten yang baik, dan lain-lain. Intinya, mengenal adsense membuatku juauuuuuuuh lebih pintar dalam ngeblog.

Selamat ulang tahun google adsense. Semoga semakin yahud, dan makin banyak membantu orang mewujudkan impian. Dan semoga tahun ini bisa menjadi tahun pertama aku merasakan bayaran dari google adsense.. AMiiiiiiin... 



Minggu, 24 Juni 2018

Tradisi Lomban Kupatan Sungai Tayu Simbol Puncak Hari Raya Idul Fitri (2018)

Minggu, Juni 24, 2018 2 Comments
Masih dalam suasana kebahagian hari raya Idul Fitri tepatnya hari ke delapan. Tepat seminggu dari hari raya Idul Fitri, ada tradisi menarik lho di tempat kelahiranku. Sebelum aku bercerita tentang tradisi tersebut, aku akan cerita dulu tentang tempat kelahiranku. 



Tayu adalah tempatku terlahir di dunia ini. Tayu merupakan salah satu Kecamatan yang ada di Kabupaten Pati. Tayu merupakan Kecamatan yang terbilang maju di Kabupaten Pati. Kecamatan Tayu merupakan daerah yang cocok menggambarkan Kabupaten Pati pada umumnya. 

PATI BUMI MINA TANI

Slogan di atas merupakan penggambaran dari Kabupaten Pati. Nah, Kecamatan Tayu adalah salah satu daerah yang menggantungkan kehidupan dari perikanan, pertanian, dan perdagangan. Sangat cocok dengan slogan "Pati Bumi Mina Tani".

Salah satu tradisi di Kecamatan Tayu yang erat kaitannya dengan mina atau perikanan adalah  Sedekah Laut dan Lomban. Namun kali ini aku akan membahas tentang tradisi "Lomban".

Apa itu Lomban Kupatan?

Lomban kupatan adalah tradisi yang masih lestari sejak dari dahulu kala. Mulai tahun berapa awal mula tradisi ini aku pun tak mengetahui. Namun, tradisi ini dari aku kecil hingga saat ini masih bertahan. Apa itu lomban kupatan? Lomban kupatan merupakan tradisi yang diadakan seminggu setelah hari raya Idul Fitri.

Lomban sendiri berasal dari tembung lingga "lumba" dan menjadi tembung andhadhan "lulumban" atau "(le)lumban" yang menurut kamus bausastra memiliki arti lelangen dolanan banyu. Dalam bahasa Indonesia bisa diartikan bermain air atau lebih kerennya adalah festival air. Tayu memiliki sungai yang langsung bermuara ke laut Jawa. Di sungai Tayu tersebut berjajar perahu-perahu nelayan pencari ikan. Di sungai Tayu tersebutlah festival air yang kerap dikenal dengan Lomban diadakan tiap tahunnya.

Sedangkan kata kupatan berasal dari tembung lingga kupat. Kupat sendiri merupakan kerata basa ngaku lepat atau bahasa Indonesianya mengaku bersalah. Hari raya Idul Fitri merupakan momen yang identik untuk saling mengaku bersalah dan bermaaf-maafan.

Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa Lomban Kupatan adalah tradisi menyemarakkan hari raya Idul Fitri sebagai bentuk suka cita setelah bermaaf-maafan dengan cara mengadakan festival air atau bermain air yang merupakan nadi atau kebiasaan bagi masyarakat sekitar yang dikelilingi oleh lautan.

Lomban Kupatan Sungai Tayu Tahun 2018

Tahun 2018 ini, lomban kupatan sungai Tayu jatuh pada hari Sabtu, 23 Juni 2018. Acara lomban kupatan sungai Tayu seperti biasanya diawali dengan beberapa tahapan yaitu:

Arak-arakan Sesaji 

Arak-arakan sesaji berupa Ndhas Kebo atau kepala kerbau dimulai dari balai desa Sambiroto menuju Tempat Pelelangan Ikan (TPI). TPI bagi masyarakat Tayu lebih dikenal dengan sebutan kongsi. Arak-arakan kepala kerbau tersebut diikuti beberapa iringan seperti drumband, tongtek, dan beberapa orang dengan pakaian punakawan dan pakaian adat Jawa lainnya.

Acara Pembukaan Larung Sesaji

Acara pembukaan larung sesaji diadakan di depan kongsi. Acara dibuka oleh pejabat daerah setempat yaitu perwakilan Dinas Kelautan, Kepala Desa Sambiroto, dan Camat Tayu.

Larung Sesaji

Acara larung sesaji kepala kerbau ke Laut mengawali Lomban Kupatan Sungai Tayu. Kepala kerbau dinaikkan ke perahu atau jukung kemudian di larung ke laut.



Masyarakat Memulai Festival Air Tradisi Lomban Kupatan

Setelah prosesi pelarungan usai, masyarakat sekitar biasanya mulai berbondong-bondong menyewa jukung atau perahu milik nelayan setempat. Jukung tersebut mengantarkan mereka menyusuri sungai Tayu hingga ke perbatasan lautan.

Masyarakat menyewa dengan merogoh kocek sebesar Rp 10.000,- per orang. Biaya sewa tersebut terbayarkan dengan kepuasan menyusuri sungai Tayu. Namun, pemandangan sungai tak lagi indah dikarenakan banyak sampah yang menghiasi air di sungai Tayu tersebut.



Serba-serbi Lomban Kupatan Sungai Tayu

Rangkaian proses larung sesaji pembuka tradisi lomban kupatan bukan dimaksudkan untuk menyekutukan Allah. Prosesi tersebut hanyalah sebagai bentuk adat tradisi yang harus dilestarikan agar tidak terkikis oleh perkembangan zaman. Tradisi lomban kupatan sungai Tayu mempererat hubungan warga masyarakat sekitar Kecamatan Tayu. Karena tak hanya orang Tayu saja yang ikut meramaikan destinasi wisata tahunan tersebut.

Masyarakat sekitar seperti Kecamatan Gunungwungkal, Cluwak, Margoyoso, dan Dukuhseti pun ikut menyemarakkan tradisi lomban kupatan sungai Tayu ini. Mereka berbondong-bondong datang untuk ikut menyusuri sungai Tayu. Ikut meramaikan festival air yaitu tradisi lomban kupatan sungai Tayu dengan menyewa jukung.



Dahulu, masyarakat luar datang berbondong-bondong dengan berjalan kaki menuju sungai. Zaman dahulu alat transportasi memang hanya bus dan angkutan saja. Jadi, mereka diturunkan di luar kota Tayu tepatnya di lawiyah, pertigaan surabaya, dan Tendas kemudian berjalan kaki hingga ke sungai. Dahulu ketika masih kecil, selain menanti keramaian pasar malam, aku amat senang melihat pejalan kaki yang berbondong-bondong melewati jalan kota Tayu untuk ikut lomban. Namun, beberapa tahun belakangan pejalan kaki sudah tidak ada. Masyarakat sudah memakai kendaraan bermotor untuk datang ke sungai Tayu.



Bagi masyarakat Tayu, lomban kupatan menjadi pendatang rejeki tahunan. Para penduduk sekitar mremo atau berjualan musiman. Dengan adanya lomban menambah pemasukan. Banyak yang mremo jajanan, parkir, dan toilet umum.

Selain naik perahu atau jukung, lomban kupatan diwarnai berbagai hiburan antara lain dangdut, kesenian barongan, organ tunggal, dan pasar malam. Pasar malam berpusat di bundaran alun-alun Tayu. Pasar malam sudah dibuka pada pertengahan bulan Ramadan hingga acara lomban selesai.

Lomban Kupatan Sungai Tayu harus tetap dilestarikan. Tradisi tersebut merupakan aset budaya yang dimiliki oleh Kabupaten Pati. Lomban Kupatan dapat menjadi destinasi wisata tahunan. Penarik wisatawan lokal sekitar kecamatan Tayu agar mengenal adat tradisi daerah. Namun, meski begitu, masih perlu perbaikan antara lain adalah perlu adanya sosialisasi agar kebiasaan buruk warga sekitar yang kerap membuang sampah di sungai hilang. Dengan kondisi sungai yang bersih niscaya akan menambah ketertarikan wisatawan dan tradisi lomban kupatan akan tetap dinanti tiap tahunnya.